News  

Dr Ribka Tjiptaning Sosialisasikan 4 Pilar MPR RI 2026 di Sukabumi

Gandeng Bambang Pacul dan Yayasan Kedaulatan Kesehatan Rakyat

IndonesiaKini.id/Sukabumi-Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, dr Ribka Tjiptaning Proletariyati AAK, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 di Kelurahan Citamiang, Kota Sukabumi, Senin (8/6/2026). Kegiatan berlangsung meriah dan dihadiri ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, berjalan beriringan dengan semangat memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

 

Dalam pelaksanaannya, dr Ribka Tjiptaning menggandeng Wakil Ketua MPR RI, Bambang Pacul, serta Yayasan Kedaulatan Kesehatan Rakyat sebagai mitra strategis dalam penyampaian materi kebangsaan ini. Kehadiran kegiatan ini disambut antusias warga setempat yang berbondong-bondong hadir mendengarkan paparan materi.

 

Terlihat hadir mendampingi dr Ribka, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi di bawah pimpinan Ketua DPC Iwan Adhar Ridwan. Turut hadir pula jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi yang dipimpin langsung oleh Paoji Nurjaman. Peserta yang hadir sangat beragam, meliputi komunitas ojek online, komunitas bentor, hingga para kader Posyandu yang aktif di wilayah tersebut.

 

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Sukabumi, dilanjutkan sambutan Wakil Ketua MPR RI Bambang Pacul yang disampaikan secara daring. Puncak acara berlanjut dengan pemaparan utama dari dr Ribka Tjiptaning, yang secara rinci mensosialisasikan serta menanamkan pemahaman mendalam mengenai Empat Pilar Kebangsaan MPR RI kepada seluruh peserta.

 

Dalam sambutannya, dr Ribka Tjiptaning menyampaikan apresiasi atas kehadiran masyarakat. “Terima kasih kepada semua yang hadir. Saya sebagai DPP Partai terus selalu hadir di tengah masyarakat, ini merupakan kewajiban. Melalui sosialisasi Empat Pilar ini, mari kita mempererat ikatan tali silaturahmi. Semoga dengan pertemuan ini, para peserta yang hadir bertambah wawasannya tentang kebangsaan serta UUD 1945, terutama pemahaman mengenai Undang-Undang Kesehatan,” ujarnya.

 

Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus mendekatkan pemahaman aturan negara dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas.(Budi)