BERITA  

Pohon Raksasa di Depan Rumah Adat Mamuju Tumbang, Jl KS Tubun Lumpuh

Antisipasi Pohon Tumbang, Jalan KS Tubun Mamuju Ditutup Sementara

Mamuju – Akses lalu lintas di salah satu ruas jalan utama di Mamuju, tepatnya di Jalan KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, terpaksa ditutup untuk sementara waktu pada Rabu, 10 Juni 2026. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas pemangkasan pohon peneduh yang dinilai sudah rawan tumbang. Lokasi spesifik penutupan berada di area depan Rumah Adat Mamuju, sebuah titik yang strategis dan sering dilalui oleh masyarakat.

Penutupan sementara ini berdampak pada arus lalu lintas, sehingga kendaraan yang hendak melintas dialihkan ke jalur lain. Tujuannya jelas, yaitu untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat disebabkan oleh jatuhnya dahan pohon berukuran besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

Tim gabungan dari berbagai dinas terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), tampak bersiaga di lokasi. Petugas-petugas ini bertugas mengatur jalannya pengalihan arus lalu lintas dan memberikan imbauan kepada para pengendara agar menggunakan jalur alternatif yang telah ditentukan. Kehadiran mereka sangat krusial untuk memastikan kelancaran dan keamanan selama proses pemangkasan berlangsung.

Proses Pemangkasan yang Membutuhkan Alat Berat

Kegiatan pemangkasan pohon ini melibatkan penggunaan alat berat, yaitu satu unit truk operasional berukuran besar yang dilengkapi dengan lengan hidrolik atau crane. Alat ini melintang di tengah badan jalan, menjadi platform bagi petugas untuk bekerja memangkas dahan-dahan pohon yang rimbun.

Dari atas keranjang yang terangkat oleh crane, seorang petugas dengan cekatan menggunakan gergaji mesin (chainsaw) untuk memotong dahan-dahan pohon yang sudah menjuntai, bahkan ada yang berdekatan dengan kabel listrik. Pemilihan dahan yang dipangkas pun didasarkan pada pertimbangan keselamatan, terutama yang sudah tua, rapuh, atau posisinya membahayakan.

Akibat dari aktivitas pemangkasan ini, badan jalan dipenuhi oleh tumpukan ranting, dahan, dan dedaunan hijau yang baru saja dipotong. Tumpukan ini cukup signifikan, sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk membersihkannya.

Di sela-sela proses pemotongan, terlihat beberapa petugas kebersihan yang mengenakan seragam oranye dan hijau duduk beristirahat di trotoar pinggir jalan. Mereka memegang sapu lidi, siap untuk segera membersihkan aspal setelah proses pemotongan selesai. Upaya pembersihan ini sangat penting agar jalan dapat segera aman kembali untuk dilalui oleh kendaraan.

Penjelasan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan

Kepala Bidang Kebersihan DLHK Kabupaten Mamuju, Marseani, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, terutama para pengguna jalan, atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat penutupan sementara ini.

“Kami memohon maaf kepada para pengguna jalan karena arus lalu lintas di Jalan KS Tubun harus dialihkan sementara,” ujar Marseani. Ia menekankan bahwa langkah penutupan ini adalah sebuah keharusan demi keselamatan masyarakat yang melintas. “Langkah penutupan ini mutlak diperlukan demi keselamatan masyarakat yang melintas, mengingat dahan yang dipangkas cukup besar dan rentan menimpa pengendara,” tambahnya.

Marseani menjelaskan lebih lanjut bahwa kegiatan pemangkasan pohon ini merupakan bagian dari upaya antisipasi atau tindakan preventif dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi. Tujuannya adalah untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat pohon tumbang, yang bisa saja menimpa pengguna jalan atau merusak fasilitas umum.

Prioritas utama dalam kegiatan pembersihan dan pemangkasan ini adalah pohon-pohon yang kondisinya sudah sangat rimbun, usia pohon yang sudah tua, atau pohon yang posisinya sangat mengganggu instalasi kabel listrik, yang berisiko menimbulkan korsleting atau pemadaman listrik.

“Penutupan ini sifatnya hanya sementara. Begitu dahan dibersihkan dan jalanan dipastikan aman dari sisa-sisa ranting, jalur akan langsung kami buka kembali secara normal,” pungkas Marseani, memberikan kepastian bahwa penutupan ini tidak akan berlangsung lama dan akan segera diakhiri setelah semua pekerjaan selesai.

Upaya pemeliharaan rutin terhadap pohon-pohon peneduh di tepi jalan merupakan bagian penting dari manajemen kota yang baik. Pohon, meskipun memberikan banyak manfaat seperti peneduh dan penyejuk udara, juga dapat menimbulkan risiko jika tidak dikelola dengan baik. Pemangkasan yang dilakukan secara berkala, terutama pada dahan-dahan yang sudah lapuk atau terlalu rimbun, menjadi langkah strategis untuk memastikan keseimbangan antara manfaat dan risiko.

Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota. Penutupan sementara Jalan KS Tubun ini merupakan bukti nyata dari komitmen tersebut, di mana keselamatan dan kenyamanan publik menjadi prioritas utama dalam setiap tindakan yang diambil. Masyarakat diharapkan dapat memahami dan mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah demi terciptanya lingkungan yang lebih aman dan tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *