BERITA  

BEM UI minta maaf jika demo hari ini bikin macet, ini 5 tuntutan keras ke pemerintah

– Ketua BEM UI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan yang terjadi akibat aksi demonstrasi hari ini.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan aksi turun ke jalan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk protes atas kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai semakin memberatkan rakyat.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Yatalathof Ma’shum Imawan meminta maaf atas kemacetan lalu lintas yang berpotensi terjadi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

“Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari,” ujar Athof dikutip Kompas.com. 

“Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam,” tuturnya.

Di sisi lain, kata Athof, saat ini terjadi kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan kepada rakyat.

Kondisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti. Athof melanjutkan, kenyataan yang dihadapi masyarakat ini adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas.

“Tapi di meja makan rakyat, tidak ada yang berubah. Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni,” tutur Athof.

Ia menegaskan, masyarakat sudah memberi kesempatan dan waktu sudah terlalu lama. Kritikan lewat data juga sudah disampaikan dan selalu diabaikan.

Athof mengungkapkan, atas segala permasalahan yang ada, rakyat Indonesia menyatakan muak dan menuntut lima hal:

  • Pertama, setop pemborosan APBN.
  • Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  • Ketiga, hentikan program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Keempat, hentikan militerisme di ranah sipil.
  • Kelima, meminta Presiden Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah. 

Athof pun mengajak berbagai elemen masyarakat seperti buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta komunitas/pecinta pelari serta siapapun untuk mengikuti demonstrasi besok.

 “Kita rebut keadilan! Karena keadilan tidak datang sendiri. Ia harus dijemput oleh rakyat Indonesia yang besar, bukan pemerintah yang berlagak besar,” ujar Athof.

(Kompas.com)

Baca berita lainnya di Google News

Dapatkan Informasi lain dari via saluran Whatsapp di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *