Unair Naik ke Peringkat 276 Dunia dan Nomor Tiga Nasional

Caption : Universitas Airlangga berhasil menempati peringkat ke-276 dunia dan posisi ketiga perguruan tinggi terbaik di Indonesia dalam pemeringkatan QS World University Rankings 2027. (Foto : Nugi/Indonesiakini.id)

SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam pemeringkatan Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2027, Unair berhasil menempati peringkat ke-276 dunia dan mempertahankan posisinya sebagai perguruan tinggi terbaik ketiga di Indonesia.

Rektor Unair, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras, komitmen, serta kolaborasi seluruh civitas academica dalam mendorong peningkatan kualitas institusi secara berkelanjutan.

“Pencapaian ini bukan sekadar angka dalam sebuah pemeringkatan. Ini adalah hasil perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras, komitmen, dan kolaborasi seluruh civitas academica Unair untuk menghadirkan institusi yang semakin unggul dan berdaya saing global,” ujar Prof Madyan dalam konferensi pers di Kampus MERR-C, Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Menurutnya, peningkatan posisi yang diraih Unair mencerminkan transformasi yang berlangsung secara konsisten dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga kerja sama internasional.

Salah satu capaian menonjol terlihat pada indikator International Research Network (IRN). Dalam pemeringkatan QS WUR 2027, Unair berhasil menempati posisi pertama di Indonesia, naik dari peringkat kedua pada tahun sebelumnya.

Prof Madyan menjelaskan, capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya jaringan kolaborasi riset internasional yang dibangun para dosen dan peneliti Unair. Berbagai kerja sama penelitian lintas negara, publikasi bersama, joint supervision, visiting professor, hingga kemitraan akademik global memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan reputasi kampus.

Selain itu, indikator International Faculty (IF) juga menunjukkan tren positif. Indikator tersebut menjadi salah satu kekuatan utama Unair dengan skor tertinggi dibandingkan indikator lainnya. Peningkatan skor dan peringkat pada kategori ini turut mengangkat posisi nasional Unair dari peringkat empat menjadi peringkat tiga terbaik di Indonesia.

“Kehadiran dosen dan peneliti dari berbagai negara tidak hanya memperkaya atmosfer akademik kampus, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran, ekosistem riset, dan produktivitas publikasi ilmiah,” katanya.

Pada indikator Faculty Student Ratio (FSR), Unair juga mencatat peningkatan skor dan peringkat dunia. Secara nasional, kampus ini tetap mempertahankan posisi kedua terbaik di Indonesia, mencerminkan komitmen dalam menjaga kualitas interaksi antara dosen dan mahasiswa.

Sementara itu, indikator Academic Reputation turut mengalami peningkatan yang menunjukkan semakin kuatnya pengakuan komunitas akademik internasional terhadap kualitas pendidikan dan riset Unair. Kontribusi dosen, peneliti, mahasiswa, alumni, serta mitra global dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat reputasi tersebut.

Prof Madyan menegaskan bahwa capaian ini menjadi refleksi dari kualitas dan dampak nyata yang terus dibangun Unair. Ke depan, universitas akan terus memperkuat internasionalisasi kampus, memperluas jejaring riset global, meningkatkan mutu pendidikan, serta memperkuat tata kelola institusi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Unair akan terus menghasilkan pendidikan berkualitas, riset yang berdampak, inovasi yang relevan, serta lulusan yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan dunia,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh upaya tersebut dijalankan dengan berlandaskan motto Unair, Excellence with Morality. Momentum pencapaian ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh civitas academica untuk terus berinovasi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi Indonesia maupun masyarakat global.