SURABAYA – Fakultas Ilmu Pendidikan dan Sastra (FIPS) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) terus memperluas jejaring internasional melalui kerja sama strategis dengan License Academy Jepang. Kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation of Agreement (IoA) dalam ajang Japan Education Fair 2026 yang digelar pada Minggu (14/6/2026).
Kerja sama yang dijalin melalui Program Studi Sastra Jepang FIPS Unitomo itu bertujuan membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Jepang sekaligus meningkatkan peluang karier di negara tersebut.
Suasana pembukaan kegiatan berlangsung hangat dan berbeda dari seremoni formal pada umumnya. Delegasi Jepang diajak mengenal kekayaan budaya Indonesia melalui pertunjukan angklung yang dibawakan oleh Titien Sensei bersama mahasiswa Unitomo.
Tidak hanya menyaksikan, para tamu dari Jepang juga berkesempatan memainkan alat musik tradisional asal Jawa Barat tersebut. Interaksi yang terjalin menciptakan suasana akrab sekaligus menjadi simbol pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang.
Kepala Program Studi Sastra Jepang FIPS Unitomo, Rahardian, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mendukung program internasionalisasi kampus sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.
“Kemitraan dengan License Academy ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen. Kerja sama ini akan diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Rahardian, kolaborasi tersebut akan membuka kesempatan yang lebih besar bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman pendidikan bertaraf internasional, memperluas wawasan budaya, serta meningkatkan peluang kerja di Jepang.
Selain menjadi momentum penguatan hubungan kelembagaan, Japan Education Fair 2026 juga mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ratusan pelajar, mahasiswa, hingga orang tua hadir untuk mencari informasi mengenai peluang pendidikan di Jepang.
Berbagai konsultasi terkait program beasiswa, prosedur pendaftaran, pilihan perguruan tinggi, hingga kehidupan mahasiswa di Jepang menjadi topik yang paling banyak diminati pengunjung.
Rahardian berharap kerja sama ini dapat menjadi jembatan bagi mahasiswa Unitomo untuk mengembangkan kompetensi global tanpa kehilangan identitas budaya bangsa.
“Melalui kolaborasi ini, kami berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu bersaing di tingkat internasional, sekaligus menjadi duta budaya Indonesia di Jepang,” pungkasnya.






