Dewan Pendidikan Batam Minta Siswa Tidak Dilibatkan dalam Mobilisasi Dukungan Program MBG

Pendidikan Batam

BATAM – Dewan Pendidikan Kota Batam mengingatkan seluruh pihak agar tidak melibatkan peserta didik sebagai bagian dari mobilisasi massa dalam kegiatan yang berkaitan dengan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah ratusan siswa terlihat mengikuti pawai dukungan terhadap keberlanjutan program MBG yang digelar di kawasan Kantor Wali Kota Batam hingga DPRD Kota Batam, Ahad (21/6/2026).

Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam Fendi Hidayat menegaskan bahwa setiap aktivitas yang melibatkan anak harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi peserta didik. Menurutnya, hak anak atas pendidikan, perlindungan, serta tumbuh kembang yang optimal tidak boleh diabaikan dalam kegiatan apa pun.

“Pelibatan peserta didik dalam kegiatan publik harus dilakukan secara proporsional dan tidak boleh mengabaikan hak anak atas pendidikan, perlindungan, dan tumbuh kembang yang optimal,” kata Fendi.

Ia menjelaskan, Dewan Pendidikan pada prinsipnya mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan anak, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurut Fendi, program pemenuhan gizi bagi peserta didik memiliki manfaat penting dalam mendukung kesehatan dan proses belajar di sekolah. Namun, dukungan terhadap suatu kebijakan seharusnya disampaikan melalui cara-cara yang edukatif dan tidak menempatkan anak pada situasi yang berpotensi menimbulkan tekanan maupun eksploitasi.

Karena itu, setiap kegiatan di luar lingkungan sekolah yang melibatkan siswa perlu mempertimbangkan aspek keselamatan, kenyamanan, serta nilai pendidikan yang diperoleh peserta didik.

Dewan Pendidikan juga mengimbau sekolah, orang tua, penyelenggara kegiatan, dan seluruh pemangku kepentingan agar tidak menjadikan siswa sebagai alat mobilisasi untuk kepentingan apa pun.

Menurut Fendi, sekolah harus tetap menjadi ruang yang aman, netral, dan berorientasi pada pembentukan karakter serta peningkatan mutu pendidikan.

“Kami mendorong agar dukungan maupun masukan terhadap program pemerintah dapat disampaikan melalui forum dialog, musyawarah, dan mekanisme partisipatif yang lebih tepat tanpa mengurangi hak anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul menyusul pelaksanaan pawai dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang berlangsung di pusat pemerintahan Kota Batam. Kegiatan itu diikuti ratusan orang tua dan murid yang berasal dari berbagai kecamatan.

Sejak pukul 06.30 WIB, peserta mulai berdatangan dengan mengenakan beragam atribut, mulai dari seragam sekolah, seragam pramuka, hingga pakaian bebas. Mereka membawa poster yang berisi dukungan terhadap keberlanjutan MBG serta pesan mengenai manfaat program tersebut bagi kalangan pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai penggagas Program Makan Bergizi Gratis. Para peserta diberangkatkan menggunakan kendaraan yang difasilitasi oleh sekolah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membantah adanya pengerahan sekolah untuk mengikuti pawai tersebut. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan siswa maupun sekolah dilakukan secara sukarela.

“Kalau mau ikut ya silakan ikut,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, kegiatan tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang ingin menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, terutama setelah program itu sempat mengalami gangguan operasional di Batam.

Ia menambahkan, MBG merupakan program strategis pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Selain itu, pemenuhan gizi yang baik diyakini dapat membantu meningkatkan konsentrasi, kesehatan, dan kebugaran anak selama mengikuti proses pembelajaran di sekolah. (Red)