SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan rangkaian Rupiah Java Run Surabaya melalui kick off yang digelar di Alun-Alun Kota Surabaya, Jum’at (17/7/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung hingga 19 Juli 2026 ini mengusung konsep sport tourism yang memadukan olahraga, edukasi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi lokal.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ridzky Prihadi Tjahyanto, mengatakan Rupiah Java Run dirancang sebagai pengalaman berlari yang berbeda. Peserta tidak hanya diajak berolahraga, tetapi juga menyusuri kawasan cagar budaya Kota Surabaya sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya mencintai, bangga, dan memahami Rupiah.
“Rupiah Java Run merupakan bentuk kolaborasi antara sport tourism dengan kegiatan edukasi. Selain mengajak masyarakat hidup sehat melalui olahraga lari, peserta juga akan mendapatkan edukasi dari Bank Indonesia terkait Gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen, serta mengenal lebih dekat kawasan heritage di Kota Surabaya,” ujarnya.
Sebanyak 3.000 peserta ditargetkan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Panitia menyediakan dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, yang dapat diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat.
Selain kategori umum putra dan putri, BI Jatim juga menghadirkan kategori Master bagi peserta berusia di atas 45 tahun. Para pemenang di setiap kategori akan memperoleh hadiah yang telah disiapkan panitia.
Untuk menambah kemeriahan acara, panitia juga mengadakan kompetisi kostum dan jersey paling kreatif. Penghargaan ini diberikan kepada peserta yang mampu menampilkan kreativitas dan inovasi melalui penampilan mereka selama mengikuti lomba.
Tak hanya menghadirkan kegiatan olahraga, Rupiah Java Run juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan dilibatkan untuk meramaikan area kegiatan sehingga mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.
Melalui ajang ini, BI Jatim kembali memperkuat kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP Rupiah) kepada masyarakat.
Pada aspek Cinta Rupiah, masyarakat diajak memperlakukan uang dengan baik melalui prinsip 5D, yakni tidak dilipat, tidak dicoret, tidak diremas, tidak dibasahi, dan tidak distapler agar kualitas uang tetap terjaga. Masyarakat juga diingatkan untuk mengenali ciri-ciri keaslian Rupiah sebagai bentuk penghargaan terhadap mata uang nasional.
Sementara itu, Bangga Rupiah dimaknai sebagai kebanggaan terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang wajib dihormati dan dijaga bersama.
Adapun Paham Rupiah diwujudkan melalui penggunaan uang secara bijak, mulai dari berbelanja sesuai kebutuhan hingga berinvestasi secara aman, cermat, dan bertanggung jawab.
Selama ini BI Jatim terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai program, seperti BI Goes to School, BI Goes to Campus, forum diskusi kelompok (FGD), hingga sosialisasi di destinasi wisata dan ruang publik.






