BANGKA – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Universitas Bangka Belitung (UBB) sukses menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada penguatan sektor ekonomi lokal dan keharmonisan sosial.
Kegiatan ini bertajuk “Penguatan Kemitraan Ekonomi Komunitas Etnis Tionghoa di Bangka Melalui Resiliensi Keberagaman dan Modal Sosial Multikultural” yang dipusatkan di Vihara Dhammika, Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Kegiatan yang didanai melalui program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun 2026 ini diusung oleh tim pengabdi UBB yang terdiri dari Dr. Sujadmi, S.Sos., M.Si, Dr. Ari Agung Nugroho, M.B.A., dan Dini Wulandari, M.A., serta melibatkan komunitas perempuan Tionghoa dan warga lokal di Kabupaten Bangka.
Memperkuat Ekonomi dan Modal Sosial Multikuktural
Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk mengoptimalkan potensi modal sosial yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat multikultural di Bangka. Melalui ruang – ruang dialog, pelatihan dan pendampingan ekonomi, tim UBB mendorong kemitraan usaha yang inklusif tanpa memandang latar belakang etnis maupun agama.
Ketua tim oengabdian UBB, Dr. Sujadmi menyampaikan bahwa resiliensi keberagaman dan nilai kebersamaan yang telah lama mengajar dalam tradisi Thong Ngun Dan Ngin Jit Jong (Tionghoa dan Melayu sama saja) menjadi fondasi utama dalam membangun sinergi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan bahwa modal sosial miltikultural dan resiliensi keberagaman tidak hanya menjadi simbol toleransi, tetapi juga mampu ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi produktif. Kemitraan ekonomi yang kokoh di tingkat komunitas akan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dan daerah.” ujar Dr. Sujadmi.
Manfaat keberlanjutan Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa :
1. Kemandirian ekonomi komunitas : Pembentukan jejaring kemitraan usaha mikro berbasis modal sosial memicu lahirnya ekosistem bisnis lokal yang mandiri, produktif, dan berdaya saing tinggi
2. Integritas harmonisasi sosial dan stabilitas keamanan : Penguatan resiliensi keberagaman secara berkelanjutan meminimalisasi potensi gesekan sosial serta memperkokoh tradisi Thong Ngin Fan Ngin Jit Jong sebagai modal saya tahan daerah.
3. Model Percontohan Pemberdayaan Inklusif : Program ini dapat Direplikasioleh Universitas lain maupun pemerintah daerah sebagai acuan strategi pemberdayaan berbasis komunitas multikultural di wilayah kepulauan lainnya.
4. Pengembangan Riset dan Pengabdian Lanjutan : Mberikan basis data lapangan bagi akademisi UBB untuk merancang program pendampingan lanjutan, seperti digitalisasi pemasaran UMKM dan sertifikasi produk lokal.
Rangkaian Kegiatan Interaktif dan Inklusif
Pelaksanaan pengabdian berlangsung hangat dan partisipatif. Selain sesi diskusi strategis di Vihara Dhammika, tim UBB juga menggelar dialog santai secara lesehan bersama warga untuk mengidentifikasi potensi serta kendala usaha usaha lokal.
Tidak hanya berfokus pada diskusi indoor, rangkaian kegiatan juga diwarnai dengan aksi kebersamaan outdoor bersama warga dan anak – anak dikawasan pesisir pantai Sungailiat. Kehadiran berbagai element masyarakat ini menunjukkan antusiasme yang tinggi serta menguatkan rasa kekeluargaan anatara akademisi dan komunitas lokal.
Pengelola dan jemaat Vihara Dhammika menyambut positif serta menyampaikan apresiasi atas inisiatif UBB. Kaguatan ini diharapkan akan terus berlanjut dalam bentuk pendampingan kemitraan bisnis UMKM, peningkatan kapasitas tata kelola usaha, serta perluasan akses pasar bagi produk lokal komunitas.
Melalui program ini, Universitas Bangka Belitung kembali membuktikan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam menghadirkan solusi nyata bagi oemberdayaan ekonomi dan merawat harmonisasi keberagaman di Negeri Serumpun Sebalai.



