SURABAYA – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya menargetkan mayoritas lulusannya dapat terserap dunia kerja dalam waktu kurang dari satu bulan setelah menyelesaikan pendidikan. Target tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus untuk memperkuat daya saing alumni di tengah perubahan kebutuhan industri.
Rektor Unitomo Prof. Dr. Siti Marwiyah mengatakan, target tersebut disusun berdasarkan evaluasi terhadap keterserapan lulusan yang telah dilakukan kampus. Data Pusat Karier dan Tracer Study (PKTS) Unitomo mencatat, sekitar 87 persen lulusan saat ini telah memperoleh pekerjaan dalam waktu kurang dari tiga bulan.
“Target kami, mayoritas lulusan Unitomo harus terserap kerja dalam waktu kurang dari satu bulan. Ini adalah komitmen institusi kami,” ujar Siti saat wisuda program diploma, sarjana, magister, hingga doktor di Dyandra Convention Center Surabaya, Minggu (6/9/2026).
Upaya mempercepat keterserapan alumni juga terlihat dari proses rekrutmen yang masih berlangsung. Sekitar 250 calon wisudawan Unitomo tercatat sedang mengikuti tahapan seleksi di dua perusahaan mitra kampus.
Siti menegaskan, peningkatan keterserapan lulusan tidak cukup hanya dilakukan setelah mahasiswa menyelesaikan pendidikan. Karena itu, Unitomo terus memperkuat kompetensi mahasiswa melalui sertifikasi profesi serta menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja dan isu strategis nasional.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam pengembangan kurikulum tersebut antara lain ketahanan pangan dan transformasi ekonomi. Penyesuaian ini diharapkan dapat membekali mahasiswa dengan kemampuan yang lebih relevan untuk menghadapi perubahan kebutuhan industri dan pembangunan nasional.
Komitmen tersebut disampaikan bersamaan dengan prosesi wisuda yang diikuti 1.059 lulusan Unitomo. Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai program diploma, sarjana, magister, hingga doktor.
Di tengah tren penurunan penerimaan mahasiswa secara nasional, Unitomo juga mencatat pertumbuhan jumlah mahasiswa yang tetap positif. Saat ini, kampus tersebut memiliki sekitar 7.000 mahasiswa aktif.
Dalam sambutannya, Siti mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan kelulusan sebagai akhir dari proses belajar. Menurut dia, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah baru sebagian dari bekal yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja.
“Teruslah belajar selama hayat dikandung badan. Bagi lulusan S1 silakan lanjut S2, dan yang S2 lanjut ke S3,” katanya.
Dorongan untuk terus berkembang juga disampaikan Kepala LLDikti Wilayah VII Jawa Timur Prof. Dr. Dyah Sawitri. Ia mengingatkan lulusan agar tidak membatasi diri hanya pada upaya mencari pekerjaan.
“Jangan batasi diri hanya mencari kerja. Saya berharap lulusan ini mampu mencetak lapangan kerja baru,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Kemendiktisaintek RI Prof. Badri Munir Sukoco mengapresiasi upaya Unitomo dalam menjaga mutu pendidikan dan mendorong inovasi kelembagaan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing.
Siti juga mengingatkan para lulusan mengenai momentum bonus demografi yang sedang dihadapi Indonesia. Menurutnya, generasi produktif harus mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan keberanian mengambil risiko serta menciptakan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dengan demikian, wisuda bukan hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga menjadi momentum bagi lulusan untuk melanjutkan proses belajar, memasuki dunia kerja, dan mengambil peran dalam pembangunan nasional.






