Empat Kapal Layani Tanjung Wangi – Lombok, Pelindo Optimalkan Arus Kendaraan

Teks Foto : Aktivitas kendaraan di Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi. Penambahan KMP Port Link memperkuat kapasitas layanan penyeberangan sekaligus membantu pengelolaan antrean kendaraan di kawasan pelabuhan. (ist)

BANYUWANGI – Kehadiran KMP Port Link menambah kapasitas layanan penyeberangan pada rute Tanjung Wangi-Lombok. Kapal milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tersebut kini beroperasi dari Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, dengan dukungan layanan kepelabuhanan dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Beroperasinya KMP Port Link membuat jumlah kapal yang melayani rute Tanjung Wangi-Lombok bertambah menjadi empat kapal. Penambahan armada ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat sekaligus membantu mengantisipasi peningkatan volume kendaraan.

Kebutuhan terhadap kapasitas layanan penyeberangan tersebut sejalan dengan tingginya aktivitas kendaraan di Pelabuhan Tanjung Wangi. Sepanjang 2025, tercatat 163.334 kendaraan melakukan kegiatan bongkar muat melalui layanan kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro), yang mencakup kendaraan golongan II, III, IV, V, VI, dan VII.

KMP Port Link sendiri memiliki Length Overall (LOA) 131,8 meter dengan kapasitas angkut sekitar 150 kendaraan campuran. Kapal tersebut dapat mengangkut kendaraan golongan II, III, IV, dan V sehingga kehadirannya menambah daya tampung layanan pada rute Tanjung Wangi–Lombok.

Branch Manager Pelabuhan Tanjung Wangi, Eko Budyasmoro, mengatakan Pelindo mendukung penambahan kapal pada rute tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan pelabuhan.

“Dengan hadirnya KMP Port Link, saat ini terdapat empat kapal yang melayani rute Tanjung Wangi–Lombok. Bertambahnya kapasitas angkut memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna jasa, terutama pada saat terjadi peningkatan volume,” ujar Eko, (10/09/26) Kamis.

Menurut Eko, bertambahnya kapasitas angkut juga membantu pengelolaan antrean kendaraan di sekitar Pelabuhan Tanjung Wangi. Pengoperasian KMP Port Link dinilai dapat membantu mengurai penumpukan kendaraan yang sebelumnya berada di badan jalan sehingga pergerakan kendaraan menuju pelabuhan dapat berlangsung lebih tertata.

“Dengan kapasitas layanan yang semakin besar, antrean kendaraan dapat dikelola dengan lebih baik sehingga potensi kepadatan lalu lintas di sekitar akses menuju pelabuhan juga dapat diminimalkan,” tambahnya.

Untuk menjaga kelancaran operasional, Pelindo terus melakukan koordinasi dengan operator kapal dan para pemangku kepentingan terkait. Pemantauan kondisi di lapangan juga dilakukan guna memastikan pelayanan kapal maupun kendaraan berjalan secara aman, tertib, dan lancar.

Layanan penyeberangan Tanjung Wangi–Lombok tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi juga memiliki peran dalam mendukung pergerakan kendaraan dan distribusi logistik antara Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Melalui layanan Ro-Ro, kendaraan beserta muatannya dapat menyeberang antarpulau tanpa harus melalui proses bongkar muat barang secara terpisah.

“Pelindo akan terus mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas pelayanan di Pelabuhan Tanjung Wangi. Harapannya, layanan yang semakin optimal dapat memberikan kemudahan bagi pengguna jasa sekaligus mendukung kelancaran mobilitas dan distribusi logistik antarpulau,” pungkas Eko.