SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memberikan dukungan dan fasilitas bagi keluarga korban musibah KM Virgo Transport 8 yang masih menunggu informasi terbaru terkait proses pencarian di Posko Terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Hingga saat ini, sekitar 10 hingga 20 anggota keluarga korban, khususnya yang berasal dari luar daerah seperti Kediri, Malang, Ponorogo, dan Tulungagung, masih bertahan di Terminal GSN. Mereka menempati ruang tunggu timur atau area lesehan yang telah dilengkapi kasur sebagai tempat beristirahat. Sementara keluarga korban yang berdomisili di Surabaya sebagian telah kembali ke rumah masing-masing.
Untuk mendukung kenyamanan keluarga korban selama masa penantian, Pelindo menyediakan area istirahat sekaligus kebutuhan konsumsi harian berupa makanan ringan, air minum, kopi, dan teh.
Dukungan juga datang dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah komunitas turut menyalurkan bantuan makanan bagi keluarga korban di Posko Terpadu, di antaranya Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Jatim, Kerukunan Bubuhan Banjar (KBB) Jatim, Anak Muda Bubuhan Banjar (AMBB) Jatim, serta Majelis Taklim (MT) Sirrul Qulub Surabaya.
Sub Regional Head Jawa PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Purwanto Wahyu Widodo, menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas musibah tersebut. Ia menegaskan, Pelindo akan terus mendampingi keluarga korban selama berada di kawasan pelabuhan.
“Kami atas nama Pelindo menyampaikan belasungkawa dan rasa keprihatinan yang mendalam kepada seluruh keluarga korban musibah KM Virgo Transport 8. Sebagai wujud kepedulian, Pelindo senantiasa memastikan kebutuhan dasar serta tempat istirahat yang layak bagi keluarga korban yang menginap di Terminal GSN dapat terpenuhi dengan baik. Kami juga sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas sinergi serta kepedulian dari berbagai pihak dan komunitas masyarakat yang turut mengulurkan bantuan di Posko Terpadu ini,” ujar Purwanto.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar, pendampingan moril dan spiritual juga dilakukan untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban. Pada Kamis (17/9/2026) malam, digelar doa bersama dan tausiyah yang dipimpin Abuya Dhanigemoy di Terminal Penumpang GSN.
Kegiatan tersebut diinisiasi secara kolaboratif oleh KBB Jatim, AMBB Jatim, dan MT Sirrul Qulub Surabaya. Petugas Posko DVI Polda Jatim serta perwakilan personel Basarnas turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Doa bersama digelar untuk memberikan penguatan psikologis dan pendampingan moril bagi keluarga korban yang masih mengalami tekanan akibat musibah. Selain itu, doa dipanjatkan untuk kelancaran dan keselamatan tim SAR gabungan yang tengah melakukan pencarian, termasuk proses pencarian bawah air.
Kepedulian terhadap keluarga korban juga diwujudkan KBB Jatim melalui penyerahan santunan berupa uang saku pada Jumat (18/9/2026) pukul 20.00 WIB. Bantuan tersebut diberikan kepada perwakilan keluarga korban yang masih menginap di Terminal Penumpang GSN untuk membantu memenuhi kebutuhan operasional selama berada di kawasan pelabuhan.
Penerima santunan berasal dari keluarga korban dari Kediri atas nama Tri Sutrisno, Malang atas nama M. Ali Imron dan Pak Dodi, Ponorogo atas nama Menika Susanti, serta Tulungagung atas nama Purkam dan Yuli Purwanto.
Sementara itu, Branch Manager Pelindo Multi Terminal, Ana Adiliya, mengatakan koordinasi lintas instansi terus dilakukan secara intensif untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan lancar.
“Kami bersama tim operasional di lapangan terus bersinergi dengan Basarnas, DVI Polda Jatim, instansi maritim, serta komunitas masyarakat lokal. Fokus utama kami adalah memastikan ruang pelayanan di Terminal Penumpang GSN ini tetap kondusif, aman, dan dapat memberikan rasa tenang bagi keluarga korban. Kami akan terus memfasilitasi kebutuhan posko selama proses penanganan dan pencarian oleh tim Basarnas masih berlangsung,” ungkap Ana.
Berdasarkan pembaruan data penanganan korban, sebanyak 108 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat, sementara sembilan orang dinyatakan meninggal dunia. Jumlah tersebut meningkat dari data sebelumnya yang mencatat 107 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
Adapun korban yang hingga kini belum ditemukan masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Pelindo Sub Regional Jawa memastikan dukungan operasional terhadap Posko Terpadu akan terus diberikan hingga seluruh tahapan penanganan dan pencarian korban oleh pihak berwenang dinyatakan selesai.






