SIDOARJO – Hotel Neo+ Waru Sidoarjo menjadi tempat berkumpulnya para pencinta budaya populer Jepang melalui gelaran Wibufest Cosplay Competition (WCC) Vol. XI, Minggu (25/10/2026). Acara ini menghadirkan beragam kompetisi kreatif yang sekaligus memberikan dampak positif terhadap aktivitas bisnis hotel dan pelaku usaha mikro kreatif.
Berlangsung sejak siang hingga malam hari, kegiatan tersebut menyuguhkan sejumlah agenda, mulai dari Coswalk Competition, J-Song Competition, hingga pameran fotografi bertema kostum anime. Para peserta tampil mengenakan kostum karakter anime dan budaya populer Jepang, sebagian di antaranya merupakan hasil kreasi sendiri.
Menurut Auka, salah satu panitia penyelenggara Wibufest Cosplay Competition Vol. XI, acara ini menjadi wadah bagi komunitas untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mempertemukan para penggemar budaya Jepang di Sidoarjo dan sekitarnya. Berbagai hadiah menarik turut disediakan untuk menambah antusiasme peserta.
Di sisi lain, penyelenggaraan festival tersebut juga membawa dampak terhadap aktivitas bisnis Hotel Neo+ Waru Sidoarjo. Manajemen mencatat peningkatan transaksi makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) selama acara berlangsung, bertepatan dengan hari libur.
Marketing Communication Hotel Neo+ Waru Sidoarjo, Faris, mengatakan kolaborasi dengan komunitas kreatif menjadi salah satu strategi hotel untuk menjangkau pasar generasi Z sekaligus mengoptimalkan potensi bisnis kuliner.
“Subkultur Jepang saat ini memiliki basis massa yang sangat loyal dan kreatif. Gelaran Wibufest Vol. XI hari ini terbukti sukses mendongkrak bisnis F&B (makanan dan minuman) kami melalui antusiasme pengunjung yang luar biasa di sekitar area festival,” ujar Faris saat ditemui di lokasi acara, Minggu (25/10).
Faris menambahkan, kegiatan tersebut juga memberikan alternatif hiburan bagi masyarakat Sidoarjo dan sekitarnya untuk menikmati suasana yang lekat dengan budaya populer Jepang tanpa harus berkunjung langsung ke Negeri Sakura.
Pihak hotel, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menyediakan ruang bagi komunitas anak muda agar dapat mengekspresikan minat dan hobi secara positif. Selain menjadi wadah kreativitas, kegiatan semacam ini dinilai berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi berbagai pihak.
Dampak Wibufest Vol. XI tidak hanya dirasakan oleh pengelola hotel. Sejumlah pelaku usaha kreatif turut memanfaatkan ramainya pengunjung untuk menawarkan produk dan jasa mereka.
Puluhan stan komunitas lokal, penyedia jasa makeup artist karakter, hingga fotografer yang melayani pencetakan foto secara langsung ikut meramaikan festival. Kehadiran mereka turut menggerakkan aktivitas ekonomi kreatif di sekitar penyelenggaraan acara.






