PLN UIT JBM Perkuat Ekosistem Pesisir Bali dengan 16.500 Bibit Mangrove

Teks Foto : PLN UIT JBM memperluas program pelestarian lingkungan melalui rehabilitasi mangrove seluas dua hektare di Tahura Ngurah Rai, Bali, dengan melibatkan Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih sebagai mitra dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. (ist)

BADUNG – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memperluas upaya pelestarian ekosistem pesisir melalui penanaman 16.500 bibit mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilaksanakan pada pertengahan Oktober 2026 tersebut juga didukung 60 unit instalasi rumpun berjarak untuk menunjang keberhasilan pertumbuhan mangrove.

Rehabilitasi lingkungan ini mencakup area seluas dua hektare dengan melibatkan Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih sebagai mitra pelaksana sekaligus penerima manfaat. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Senior Manager Pengembangan Sistem Transmisi PLN UIT JBM, I Made Sugata Merta, kepada Ketua Kelompok Nelayan Wana Segara Kertih, I Nyoman Sunarta.

Program tersebut melanjutkan upaya penghijauan pesisir yang telah dimulai PLN UIT JBM pada 2025. Dalam pelaksanaan tahap pertama, sebanyak 5.100 bibit mangrove ditanam dengan tingkat keberhasilan tumbuh mencapai 90 persen.

Capaian itu menjadi salah satu pertimbangan untuk memperluas rehabilitasi kawasan melalui penambahan jumlah bibit serta penggunaan metode penanaman yang diharapkan dapat meningkatkan peluang tumbuh mangrove.

Kali ini, PLN UIT JBM menerapkan metode rumpun berjarak, yakni teknik penanaman dengan pengaturan rumpun dan jarak tertentu. Metode tersebut ditujukan untuk meminimalkan risiko kegagalan pertumbuhan, sedangkan 60 unit instalasi yang disediakan diharapkan dapat membantu mendukung efektivitas penanaman di area rehabilitasi.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Menurut dia, rehabilitasi mangrove tidak hanya berkaitan dengan pemulihan kawasan pesisir, tetapi juga menjadi langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi habitat biota laut.

“Bagi PLN, menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Melalui program penanaman 16.500 bibit mangrove di Tahura Ngurah Rai ini, kami berharap dapat berkontribusi nyata dalam menjaga ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, serta mendukung keberlangsungan habitat berbagai biota laut. Keberhasilan program sebelumnya juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas dampak positif bagi lingkungan,” ujar Ika.

Ia menegaskan, keberlanjutan program penghijauan membutuhkan upaya pemeliharaan setelah bibit ditanam. Karena itu, keterlibatan kelompok nelayan setempat dinilai penting untuk memastikan mangrove dapat tumbuh dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Secara ekologis, mangrove berperan dalam menekan abrasi pantai, menyediakan habitat bagi beragam biota laut, serta menyerap dan menyimpan karbon. Keberadaan ekosistem ini juga berkaitan erat dengan keberlangsungan sumber daya alam yang menopang kehidupan masyarakat pesisir, termasuk nelayan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, Kepala UPTD Tahura Ngurah Rai, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, Camat Kuta, serta Lurah Kedonganan.

Dari PLN UIT JBM, hadir Senior Manager Pengembangan Sistem Transmisi, Manager Komunikasi dan TJSL, serta Manager PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Bali.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, dan kelompok nelayan, PLN UIT JBM berharap rehabilitasi mangrove di Tahura Ngurah Rai dapat berlangsung secara berkelanjutan. Kerja sama tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat kepedulian berbagai pihak terhadap perlindungan lingkungan dan ketahanan kawasan pesisir.