SURABAYA – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) kembali menorehkan prestasi melalui komitmennya dalam program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan berhasil memboyong empat penghargaan sekaligus dalam ajang Indonesia CSR Brilliance Award (ICBA) 2026 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (30/10).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang dinilai konsisten menjalankan program Corporate Social Responsibility (CSR) serta mampu menghadirkan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Mengusung tema “Empowering Communities, Sustaining the Future”, ICBA 2026 diikuti lebih dari 250 perusahaan melalui proses penilaian.
Dalam ajang tersebut, Terminal Teluk Lamong berhasil meraih empat kategori penghargaan. Masing-masing yakni The Most Brilliant CEO in CSR Leadership yang diberikan kepada Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, The Most Brilliant in Health & Wellbeing Program, The Most Brilliant Philanthropy & Social Impact, serta The Most Brilliant CSR Team Excellence.
Sekretaris Perusahaan dan Hukum PT Terminal Teluk Lamong, Syaiful Anam, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program sosial perusahaan.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi kami. Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama dan menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran Terminal Teluk Lamong tidak hanya dirasakan melalui kegiatan operasional pelabuhan, tetapi juga melalui kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Anam.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program TJSL yang menyasar kelompok masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Di antaranya pemberdayaan masyarakat nelayan melalui budidaya kepiting soka, pengembangan kelompok pengelola kerupuk payus, serta pembibitan mangrove.
Selain itu, TTL juga menghadirkan program Youth Digipreneur untuk mendorong lahirnya wirausaha muda. Perusahaan turut melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM dengan melibatkan 60 perempuan yang tergabung dalam 12 kelompok usaha di sekitar kawasan operasional.
Salah satu program yang memberikan dampak ekonomi cukup signifikan adalah budidaya kepiting soka yang melibatkan tiga kelompok masyarakat. Melalui pendampingan dan sejumlah pelatihan, program ini berhasil membuka peluang usaha baru dengan omzet mencapai Rp34,6 juta sekaligus membantu meningkatkan pendapatan keluarga penerima manfaat.
Dampak program tersebut juga tercermin dari nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1:4,9. Angka ini menunjukkan bahwa setiap Rp1 investasi yang dikeluarkan mampu menghasilkan manfaat sosial senilai Rp4,9.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa program TJSL tidak sekadar memberikan bantuan dalam jangka pendek, tetapi juga mendorong peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga kemandirian ekonomi masyarakat.
Bagi Terminal Teluk Lamong, empat penghargaan dalam ICBA 2026 menjadi motivasi untuk terus memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan. Keberhasilan perusahaan, menurut komitmen tersebut, tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis maupun kelancaran operasional pelabuhan, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.





