BANGKA (INDONESIAKINI) Beberapa hari ini nelayan yang melintasi alur muara Air Kantung bisa sedikit berbahagia. Terlihat di lokasi pendangkalan muara tersebut ada 2 unit alat berat excavator yang bekerja dilokasi tersebut.
Setelah berapa bulan kegiatan dilokasi tersebut berhenti karena diperoleh informasi tidak ada perusahaan yang bekerja.
Semenjak Jum’at pukul 14.00 WIB ada 2 excavator bekerja mengeruk muara. Terlihat di lokasi terpasang spanduk yang bertuliskan bahwa pekerjaan tersebut dikerjakan oleh PT. Naga Mas Sumatra.
Dalam spanduk besar tersebut juga terlihat dengan jelas bahwa PT. Naga Mas Sumatra bekerja sesuai Surat Keputusan Bupati Bangka Nomor : 100.3.3.2/526/III/2024 dan Nomor : 100.3.3.2/1011/V/2024. Tentang Pelaksanaan Tindakan Tertentu Dalam Keadaan Mendesak Kegiatan Kerja Keruk Yang Berlokasi Di Alur Muara Dan Kolam Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat.
Humas merangkap bagian hukum PT. Naga Mas Sumatra yaitu Bapak Oki mengatakan bahwa apa yang dikerjakan perusahaan merupakan aktifitas yang legal dan sesuai dengan perintah Kepala Daerah.
“Perusahaan kami bekerja sesuai aturan. Kami memiliki izin. Kami harap teman teman nelayan paham dan mengerti bahwa tidak ada pelanggaran dengan aktifitas kami. Kami bekerja demi nelayan,” papar Oki.
Sebagai humas perusahaan Oki juga menghimbau masyarakat mengerti dan berharap informasi yang sampai ke mereka adalah informasi yang benar dan akurat.
Sementara itu Santo selaku owner dari PT. Naga Mas Sumatra saat berbicara dengan media ini di Muara Air Kantung, Jum’at (4/10/2024) sore mengatakan bahwa perusahaan mereka disuruh segera bekerja demi kepentingan nelayan.
“Saya tunjukkan komitmen saya membantu nelayan sini. Sampai sekarang kami kerja sosial demi nelayan karena izin penjualan kami belum ada. Saya pastikan tidak ada aturan yang dilanggar oleh perusahaan dan tidak ada penjualan pasir bila izin penjualannya belum ada,” kata Santo seraya berharap masyarakat jangan percaya informasi yang tidak benar dan menyudutkan perusahaannya.
Dari keterangan Santo dapat diketahui bahwa perusahaan ini masih terus berusaha dan berkomunikasi dengan semua pihak untuk melengkapi izin penjualan dan pengangkutannya.
“PJ Bupati Bangka orang yang peduli kepada nelayan. Beliau sangat berkomitmen untuk bantu nelayan. Saya juga harus terus bekerja membantu Bupati untuk mewujudkan muara yang representatif untuk nelayan. Saya harap apa yang kami kerjakan bisa membuat nelayan dan keluarganya tersenyum,” tutur pengusaha pasir ini.
Santo juga mengatakan bahwa menggunakan escavator sebanyak 2 buah hanya sementara saja. Setelah itu bila sudah memungkinkan menggunakan kapal keruk, maka kapal Osman 7 yang sudah berada di lokasi akan segera bekerja supaya pekerjaan ini cepat teratasi.





