BANGKA – Wajah sumringah dan puas terpancar dari puluhan komunitas pecinta sepak bola Kabupaten Bangka saat keluar dari ruang rapat kantor DPRD Bangka.
Akhirnya kegelisahan mereka tentang pembiaran Stadion Orom yang dilakukan oleh Pemkab Bangka terjawab dengan adanya jaminan dan kepastian dari anggota DPRD Bangka bahwa tahun 2026, Orom akan segera dikerjakan dan selanjutnya akan dapat digunakan lagi seperti sedia kala.
Kepastian ini didapat setelah komunitas sepak bola Bangka melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Bangka pada hari Selasa (05/08/2025) siang di Kantor DPRD Bangka, Jalan Jalur 2 Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Taufik Koriyanto selaku pimpinan rapat dalam RDP tersebut sangat mengapresiasi kehadiran komunitas sepak bola ke kantor mereka. Ia mengatakan bahwa kehadiran mereka menunjukkan kepedulian yang sangat tinggi komunitas ini untuk kemajuan sepak bola.
“Apresiasi yang tinggi untuk teman teman yang hadir disini atas kepeduliannya untuk kemajuan sepak bola. Saya dan teman – teman di DPRD memastikan Stadion Orom akan dikerjakan dan akan dianggarkan untuk tahun 2026. Disdikpora harus memastikan pengajuannya dan administrasi pengganggarannya tidak ada yang keliru seperti tahun sebelumnya,” kata Taufik Koriyanto.
Dalam RDP juga ternyata baru diketahui bahwa tahun sebelumnya, dana sudah disediakan 2,5 milyard untuk renovasi Stadion Orom tahap 2, tetapi karena ada kesalahan administrasi dana tersebut akhirnya digunakan untuk kegiatan yang lain. Hal ini di sampaikan oleh Kailani, selaku Kabid yang membawahi pembangunan Stadion Orom tersebut.
“Anggaran sudah ada, kami sudah mengajukan, terdapat kekeliruan dalam penganggaran tersebut. Jadi saya jelaskan bahwa dana 2,5 milyard yang sudah ada waktu itu untuk Stadion Orom bukan dikembalikan, tetapi digunakan untuk keperluan yang lain,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Gunawan atau Bang Jujuk mewakili komunitas sepak bola menyambut baik hasil RDP ini. Inti dari kegiatan ini sudah kami dapatkan, bahwa Stadion Orom akan direnovasi tahun 2026.
“Kami tidak mau lagi membahas masalah yang telah lalu kegagalan renovasi ini. Kedepan kami sudah sepakat bahwa tidak ada alasan lain tahun 2026 harus dianggarkan dan dikerjakan. Berita acara RDP ini akan selalu kami pegang dan kami akan selalu ingatkan pihak terkait untuk segera mengeksekusi keputusan ini,” kata Bang Jujuk.





