Daerah  

Laksanakan Ritual Ulambana, Vihara Vimalakirti Sungailiat Dipadati Ratusan Umat Buddha

BANGKA – Umat Buddha di wilayah Sungailiat dan sekitarnya melakukan upacara Ulambana atau pelimpahan jasa bagi para leluhur.

Kegiatan ini berlangsung di Vihara Vimalakirti, Air Kenanga, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka pada hari Minggu (24/8/2025).

Ritual upacara Ulambana atau dalam agama Buddha disebut juga sebagai Patidana dilaksanakan oleh ratusan umat Buddha yang di pimpin oleh anggota Sangha.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari ini di hadiri oleh Penyelenggara Bimas Buddha Kabupaten Bangka, Sarjono, S.Ag, dan Penyuluh Buddha Kabupaten Bangka Indra Gautama Putra, S.Dt.B, guru agama Buddha di wilayah Sungailiat, Majelis Buddhayana Indonesia Kabupaten Bangka dan Empat Bhiksu Sangha.

Upacara ini dipimpin oleh empat Bhiksu Sangha yang bertujuan untuk berbagi kebahagiaan kepada mahkluk yang menderita dengan berdoa dan berbuat kebajikan kepada Bhiksu Sangha.

Ketua Vihara Vimalakirti, Pungki Arisandi mengatakan bahwa makna dari Ulambana bagi umat Buddha, merupakan hari semua anak-anak mempraktikkan rasa hormat dan kasih sayang kepada orangtuanya yang sekarang (dalam kehidupan yang sekarang ini), orang tua pada masa lampau (kehidupan sebelum tumimbal lahir yang sekarang), dan masa depan.

Upacara Ulambana juga bertujuan untuk berbagi kebahagiaan kepada mahluk yang menderita, dengan berdoa dan berbuat kebajikan kepada Bhiksu Sangha atau perwujudan pelimpahan jasa dalam tradisi Bangka dikenali sebagai Sembahyang Rebut,” ujar Pungki Arisandi.

Dalam Ceramahnya,  YM. Bhikkhu Prabhava Stavira menjelaskan upacara dari ulambana berawal dari salah satu murid Buddha yang bernama Ariya Monggalana.

Dalam meditasinya, ia melihat ibundanya menderita dalam alam setan kelaparan, karena saat hidup banyak melakukan karma buruk sehingga akhirnya di lahirkan di alam neraka yaitu setan kelaparan. Sedangkan YA. Monggalana dengan kekuatan batinnya tidak dapat berbuat apa apa untuk menolong ibunya.

Lalu YA Monggalana memohon kepada Sang Buddha, dan akhirnya dirinya diberikan petunjuk untuk berbuat kebajikan dengan memberikan persembahan kepada anggota Sangha, kemudian memohon pelimpahan jasa yang dilakukan dapat di limpahkan kepada ibunya.

Setelah memperoleh pelimpahan jasa tersebut akhirnya ibu dari YA. Monggalana terlahir di alam surga.

Bhikkhu Prabhava Stavira menjelaskan, dalam pelaksanaan ini, umat berpartisipasi dengan berdana memberikan persembahan makanan di altar Buddha. Dengan tujuan dapat dilimpahkan kepada leluhur yang telah meninggal dunia dan dapat terlahir di alam bahagia.

Penyelenggara Bimas Buddha Kabupaten Bangka,  Sarjono, S.Ag, mengatakan, harapan dari pelaksanaan ini supaya para leluhur dari anggota keluarga yang saat ini masih hidup dan berdana atas nama keluarga / leluhur yang meninggal dunia dapat menerima pelimpahan jasa ini dan berbahagia sehingga dapat terlahir di alam bahagia dan terbebas dari alam menderita.

Semoga upacara pelaksanaan ulambana ini dapat terus berlangsung, dari tahun ke tahun akan banyak umat yang melakukan antusias yang sama dalam melakukan pelimpahan jasa kepada para leluhurnya dengan melakukan kebajikan berdana,” ujar Sarjono.

 

Pelaksanaan upacara Ulambana di vihara Vimalakirti dapat berlangsung dan terlaksana dengan baik berkat kerjasama dari pengurus Yayasan, pengurus vihara, Wanita Buddhis Indonesia Vihara, Muda-mudi dan para donatur serta seluruh umat Buddha yang telah berpartisipasi.