BANGKA – Penyelenggara Bimas Buddha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka menyelenggarakan kegiatan Pembekalan dan Penguatan Pembelajaran Mendalam Bagi Guru Pendidikan Agama Buddha.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin (01/09/2025) bertempat di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Bangka, Komplek Perkantoran Pemkab Bangka, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dengan menghadirkan beberapa orang narasumber.
Sarjono, S.Ag selaku Penyelenggara Bimas Buddha mengatakan, pembekalan dan penguatan pembelajaran mendalam bagi guru pendidikan Agama Buddha adalah program dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru akan ajaran Buddha, mempersiapkan mereka menghadapi peserta didik modern, dan memperdalam pengajaran yang otentik, kontekstual, serta humanis.
“Kegiatan ini memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan agar guru dapat menyampaikan materi keagamaan dengan lebih meyakinkan dan membuat siswa lebih fokus pada pelajaran, dan kegiatan ini di ikuti oleh seluruh guru agama Buddha berjumlah 29 orang yang berada di wilayah Kabupaten Bangka.” Ujar Sarjono.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, H. Syarifudin, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam sambutannya, H. Syarifudin menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai moderasi beragama.
Ia menegaskan bahwa para guru memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi beragama kepada peserta didik, baik di lingkungan sekolah, sosial, maupun masyarakat, sesuai dengan kapasitas dan ruang lingkup masing-masing.
“Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga teladan dalam membentuk karakter moderat generasi bangsa. Nilai-nilai ini harus terus ditanamkan agar tercipta harmoni dan kerukunan di tengah keberagaman, sebagai tugas pokok sebagai guru untuk dapat menyampaikan ke peserta didik di sekolah, mengenai penguatan moderasi beragama supaya dapat mengetahui ketika berada di lingkungan masyarakat dapat hidup moderat,” tegasnya.
Selain pengarahan dari Kepala Kantor Kemenag Bangka, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, Tjik Ani, S.Pd.SD,
Tjik Ani memberikan materi terkait strategi pembelajaran mendalam. Ia menekankan pentingnya metode pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan menyenangkan sehingga peserta didik dapat memahami serta menghayati nilai – nilai agama secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini ditutup oleh Sakiyo, S.Ag., M.M.Pd, selaku Pembimas Buddha Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Dalam sambutannya, beliau berpesan melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Pendidikan Agama Buddha di Kabupaten Bangka dapat selalu disiplin, menerapkan kebiasan – kebiasaan baik kepada peserta didik.
Diharapkan juga dapat memperkuat kompetensi pedagogik, dan selalu berperan aktif dalam menjadi agen penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan dan masyarakat.





