BANGKA – Dalam rangka memperkuat sinergitas antara pemerintah dan organisasi pendidikan keagamaan Buddha, Persatuan Guru Agama Buddha Indonesia (PERGABI) Kepulauan Bangka Belitung menggelar acara dialog interaktif bersama Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini di ikuti juga oleh Penyelenggara Buddha Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Babel. Selain itu dihadiri juga oleh 30 orang peserta yang semuanya adalah guru agama Buddha yang ada di Babel dari semua jenjang pendidikan, SD, SMP maupun SMA/K
Dialog Interaktif ini berlangsung di Puri Tri Agung, Sungailiat, Kabupaten Bangka pada Kamis (11/09/2025)
Tema yang diusung dalam acara ini adalah “Kolaborasi untuk Penguatan Kurikulum Cinta dan Pembinaan Siswa/Siswi Buddha di BangkaBelitung”.
Dalam sambutannya, Ketua Pergabi Babel, Endro Lukito, S.Ag, menyampaikan, bahwa sebagai guru agama Buddha, harus bisa mengikuti perkembangan kurikulum yang dinamis.
Di kurikulum merdeka sekarang banyak perkembangan, di tambah lagi kurikulum yang sedang direncanakan oleh kementerian agama yaitu kurikulum cinta yang lebih mengacu membahas mengenai moderasi beragama, toleransi dan anti korupsi.
“Sebagai seorang guru kita harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan yang dinamis. Kedepan kurikulum dari kementrian agama juga ada perubahan yang menuntut guru harus bisa beradaptasi,” urainya.
Sementara itu, Pembimas Buddha Babel, Sakiyo, S.Ag, M.M.Pd, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak, baik aparat pemerintah maupun organisasi keagamaan, dalam menjaga kerukunan antara guru Agama Buddha serta memperkuat nilai moderasi beragama.
“Dialog ini bukan hanya sekadar ajang bertukar pikiran, melainkan juga ajang membangun komitmen bersama agar pembinaan umat terutama siswa-siswi berjalan lebih efektif, merata, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” kata Sakiyo.
Para Penyelenggara Buddha Kabupaten / Kota yang hadir turut menyampaikan laporan kondisi umat di daerah masing-masing, termasuk tantangan dalam pelayanan keagamaan serta kebutuhan akan program-program penguatan SDM Buddhis.
Sementara itu, Pergabi Babel menekankan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai Buddhis di tengah arus perkembangan zaman.
Dialog berjalan interaktif, dengan sejumlah rekomendasi yang dihasilkan, antara lain:
1. Peningkatan koordinasi antara Kanwil Kemenag dengan penyelenggara di daerah.
2. Program pembinaan umat berbasis komunitas dan pemuda terutama siswa-siswi.
3. Penguatan kapasitas sumber daya manusia keagamaan melalui pelatihan dan pendidikan.
Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasil dialog dalam bentuk program nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh umat Buddha di Bangka Belitung.





