SURABAYA – Minat masyarakat Jawa Timur terhadap investasi emas terus menunjukkan tren kenaikan. Lonjakan ini tidak hanya menjadi indikator positif bagi perekonomian daerah, tetapi juga menandakan semakin kuatnya kesadaran masyarakat untuk menyiapkan instrumen investasi yang aman.
Menurut Kepala PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Beni Martina Maulan, peningkatan aktivitas investasi emas paling terasa sejak kuartal kedua 2025.
“Mulai April hingga Juni, pergerakan emas semakin kencang. Sekarang, 72 persen investor emas adalah generasi milenial berusia 17 sampai 45 tahun,” ungkapnya saat berbincang dengan awak media di resto Ria Galeria Surabaya, (15/09/25) Senin.
Beni menjelaskan, alasan utama masyarakat memilih emas adalah karena sifatnya yang mudah diakses, relatif aman, serta proses transaksinya cepat.
“Bagi masyarakat dengan penghasilan UMR, kami anjurkan untuk mulai dengan tabungan emas. Bisa dari 0,1 gram atau sekitar Rp20 ribu. Jika kondisi keuangan membaik, jumlahnya bisa ditingkatkan secara bertahap hingga 1 gram,” jelasnya.
Pegadaian juga menyiapkan aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat memantau pergerakan harga emas setiap minggu. Fitur ini sekaligus berfungsi sebagai sarana literasi agar masyarakat dapat belajar mengatur investasi sesuai kemampuan.
“Tabungan emas sifatnya fleksibel. Tidak ada kewajiban menabung tiap bulan, sehingga masyarakat dengan penghasilan terbatas tetap bisa menyesuaikan. Rata-rata nasabah kami saat ini menabung antara 0,1 gram hingga 2 gram,” tambah Beni.
Dari sisi biaya, Pegadaian hanya menerapkan pajak saat transaksi pembelian sesuai regulasi baru, serta biaya administrasi penyimpanan Rp30 ribu per tahun.
“Konsep syariah yang kami jalankan membuat biaya jelas dan terjangkau. Yang terpenting, kami terus mendorong masyarakat untuk mulai menyisihkan penghasilan demi masa depan,” tegasnya.





