SURABAYA – Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus memperkuat transformasi sebagai perguruan tinggi yang responsif terhadap perkembangan dunia. Bertepatan dengan peringatan Dies Natalis ke-13, Unusa resmi meluncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan (SMKB) sekaligus membuka Program Magister Manajemen (MM) dengan fokus pada Manajemen Berkelanjutan, Jumat (26/6).
Peresmian tersebut dihadiri Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (YARSIS) Prof. Mohammad Nuh, DEA, jajaran pimpinan Unusa, akademisi, mitra industri, hingga pakar internasional, termasuk Prof. Amrit Thapa dari University of Pennsylvania (UPenn), Amerika Serikat.
Rektor Unusa Prof. Tri Yogi Yuwono menjelaskan, pendirian SMKB beserta Program Magister Manajemen merupakan bagian dari strategi jangka panjang universitas dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Menurutnya, persoalan seperti perubahan iklim, krisis lingkungan, kesenjangan sosial, hingga dinamika sektor kesehatan menuntut hadirnya pemimpin yang mampu mengambil keputusan secara berkelanjutan, tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi.
“Ke depan, keberhasilan sebuah organisasi tidak lagi diukur semata dari sisi finansial, tetapi juga dari kontribusinya terhadap lingkungan, tata kelola yang baik, serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, konsep keberlanjutan sesungguhnya telah menjadi bagian dari ajaran Islam melalui prinsip Khalifah fil Ardh, yakni amanah manusia untuk menjaga keseimbangan alam sekaligus memakmurkan bumi.
Karena itu, Unusa mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam pengembangan ilmu pengetahuan modern melalui SMKB.
“Keberlanjutan bagi Unusa bukan sekadar mengikuti tren global, tetapi menjadi implementasi nilai Islam dalam dunia pendidikan tinggi. Kami ingin mencetak pemimpin yang mampu menjawab tantangan masa depan dengan perspektif yang utuh,” katanya.
Program Magister Manajemen yang dikembangkan Unusa hadir dengan pendekatan berbeda dibandingkan program serupa pada umumnya. Kurikulumnya dirancang menggabungkan penguasaan ilmu manajemen modern, mulai dari pemasaran, keuangan, operasional, rantai pasok, hingga manajemen sumber daya manusia.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan analisis data dan pengambilan keputusan berbasis bukti (data-driven decision making) yang dipadukan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Sustainable Development Goals (SDGs).
“Lulusan MM Unusa diharapkan mampu merancang strategi bisnis yang tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial, menjaga lingkungan, dan menerapkan tata kelola organisasi yang baik,” jelasnya.
Prof. Tri Yogi juga menilai kehadiran SMKB semakin relevan dengan capaian Unusa dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026 yang menempatkan Unusa pada peringkat ke-86 dunia dan tiga besar nasional untuk tujuan pembangunan berkelanjutan bidang kesehatan (SDG 3: Good Health and Well-being).
Prestasi tersebut menjadi modal penting bagi Unusa dalam mengembangkan kepemimpinan dan tata kelola sektor kesehatan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Kami ingin melahirkan pemimpin rumah sakit, pelaku industri kesehatan, hingga birokrat yang mampu mengelola sumber daya secara efektif untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sementara itu, Dekan SMKB Unusa Dr. Handayani, dr., M.Kes., mengatakan peluncuran sekolah baru tersebut juga dibarengi sejumlah agenda akademik berskala nasional dan internasional sebagai langkah awal menjamin mutu pendidikan.
Salah satunya melalui Lokakarya Kurikulum Magister Manajemen yang menghadirkan Prof. Werner R. Murhadi dari Asosiasi Magister Manajemen Indonesia (AMMI). Forum tersebut membahas penyusunan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, transformasi digital, ekonomi sirkular, serta isu keberlanjutan.
Selain itu, Seminar Internasional menghadirkan Prof. Amrit Thapa dari University of Pennsylvania yang mengulas arah perkembangan pendidikan manajemen dunia, serta Dr. Wardah Alkatiri yang memaparkan implementasi prinsip keberlanjutan dalam tata kelola organisasi dan kesehatan masyarakat.
“Melalui SMKB kami membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan pemimpin masa depan dengan wawasan global, namun tetap berlandaskan nilai kemanusiaan dan keberlanjutan,” tutur Dr. Handayani.
Peluncuran SMKB dan Program Magister Manajemen menjadi tonggak baru perjalanan Unusa di usia ke-13 dalam memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional melalui pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.






