SURABAYA – Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Pameran Buku Tiongkok Keliling Asia Tenggara 2025, sebuah ajang literasi lintas budaya yang bertujuan memperkuat hubungan persahabatan antara masyarakat Tiongkok dan Indonesia pada, (13/10/25) Senin.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diplomasi kebudayaan, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa melalui buku, seni, dan warisan budaya.
Acara pembukaan berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Direktur China Museum for Fujian–Taiwan Kinship, Shen Wenfeng, serta Wakil Rektor UWIKA, Robby Kurniawan Budhi, S.Kom., M.Kom. Sekitar 100 tamu hadir, terdiri atas perwakilan Lembaga Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa (LKPBT) Jawa Timur, organisasi masyarakat Tionghoa, dosen, dan mahasiswa UWIKA.
Mengusung tema “Bersama Aroma Buku, Wayang Menyampaikan Rasa”, pameran tahun ini dibagi dalam tiga zona utama: penerbitan buku, karya kreatif budaya, dan warisan budaya takbenda.
Sebanyak 150 jenis buku pilihan ditampilkan, mulai dari tema pembangunan Tiongkok, peringatan 80 tahun kemenangan Perang Dunia II, kebudayaan tradisional, hingga buku ajar bahasa Mandarin. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati 100 produk budaya kreatif, seperti seni gunting kertas, karya tradisional bergaya klasik, dan produk khas Provinsi Fujian.
Daya tarik utama terletak pada zona warisan budaya takbenda, yang menampilkan wayang tangan dan wayang tali khas Fujian simbol filosofi masyarakat Minnan yang kaya nilai historis.

Dalam sambutannya, Shen Wenfeng mengungkapkan bahwa pameran ini juga menghadirkan bagian khusus bertajuk “Pameran Internasional Keliling Seni Wayang Fujian–Taiwan”. Pameran tersebut bertujuan memperkenalkan akar budaya Minnan dan mempererat hubungan sejarah antara Fujian dan Taiwan.
“Kami berharap seni wayang Minnan dapat kembali bersinar di Surabaya kota yang memiliki akar kuat komunitas Fujian perantauan. Melalui budaya, kita dapat membangun jembatan peradaban dan mempererat ikatan antarbangsa,” ujar Shen.
Ia menambahkan bahwa museum yang dipimpinnya turut menampilkan buku silsilah leluhur yang mencatat perjalanan migrasi masyarakat Fujian ke berbagai negara, termasuk Indonesia, sebagai simbol hubungan historis yang telah terjalin sejak lama.
Wakil Rektor UWIKA, Robby Kurniawan Budhi, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada UWIKA sebagai mitra penyelenggara kegiatan internasional ini.
“Pameran ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dan masyarakat, karena bukan hanya memperkenalkan literasi dan budaya Tiongkok, tetapi juga memperkuat kerja sama akademik dan hubungan internasional,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, UWIKA juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama (MoU) dengan Xiamen International Book Company Limited yang diwakili oleh Asisten Manajer Umum Xiong Liguo. Penandatanganan tersebut disertai penyerahan buku secara simbolis kepada pihak universitas.

Kerja sama ini mencakup berbagai bidang, seperti pelestarian budaya Tiongkok di luar negeri, pendidikan bahasa Mandarin internasional, serta perdagangan penerbitan.
Dalam sesi wawancara, Robby Kurniawan menjelaskan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan visi UWIKA sebagai Trilingual University, yang mendorong mahasiswa menguasai tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
“Melalui kolaborasi ini, kami akan menyimpan koleksi dari Museum Fujian–Taiwan Kinship di kampus UWIKA. Masyarakat Surabaya dapat langsung mengenal kebudayaan Tiongkok yang memiliki jejak kuat di Indonesia,” terangnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pameran kali ini menampilkan beragam karya seni seperti wayang golek khas Fujian, kipas tradisional, dan buku-buku sejarah Tiongkok yang memperkaya wawasan publik.
Pameran ini digelar bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok serta Hari Museum Nasional Indonesia. Shen Wenfeng menilai, kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk memperkuat persahabatan dan pertukaran budaya antarnegara.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat melanjutkan kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pertukaran budaya, agar warisan budaya Fujian–Taiwan semakin dikenal di Indonesia.
Pameran Buku Tiongkok Keliling Asia Tenggara 2025 ini diselenggarakan oleh Asosiasi Distribusi Buku dan Majalah Tiongkok, bekerja sama dengan Komite Pengelola Kawasan Uji Coba Perdagangan Bebas Tiongkok (Fujian) Zona Xiamen serta Xiamen International Book Company Limited. Selain di Indonesia, pameran ini juga digelar serentak di Thailand dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.





