IBI Jatim Perkuat Profesionalisme Bidan melalui Seminar Hybrid

Teks Foto : Lebih dari 4.000 bidan dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Seminar Hybrid HUT IBI ke-75 yang mengangkat penguatan kompetensi, inovasi pelayanan, dan adaptasi profesi di era digital menuju Indonesia Emas 2045. (ist)

SURABAYA – Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (PD IBI) Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui Seminar Hybrid yang menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-75, (29/06/26) Senin.

Kegiatan yang digelar secara luring dan daring tersebut diikuti lebih dari 4.000 bidan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Tingginya jumlah peserta mencerminkan antusiasme para bidan untuk terus meningkatkan kompetensi di tengah perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.

Seminar turut dihadiri Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jawa Timur, organisasi profesi kesehatan, mitra kerja, serta berbagai pemangku kepentingan yang selama ini bersinergi dalam meningkatkan mutu pelayanan kebidanan.

Ketua PD IBI Provinsi Jawa Timur, Dr. Hj. Siti Maimunah, S.ST., Bdn., M.Keb., mengatakan peringatan HUT IBI ke-75 menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme bidan sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan keluarga.

“Perjalanan 75 tahun IBI bukan sekadar mengenang sejarah organisasi, tetapi menjadi momentum memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan semangat pengabdian bidan dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya, Senin (29/6).

Seminar menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai isu strategis dalam pengembangan profesi kebidanan. dr. Dwi Krisna Imawan, Sp.OG., M.Ked.Klin. memaparkan pentingnya penguatan mutu pelayanan melalui Program Bidan Delima guna mendorong praktik kebidanan yang profesional, mandiri, dan berdaya saing.

Sementara itu, Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom., I.CMC., CPS., CSE. mengajak para bidan membangun personal branding yang profesional di era digital melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap profesi bidan.

Materi penutup disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Bidan Indonesia, Dr. Ade Jubaedah, S.SiT., MM., MKM. Ia menegaskan bahwa bidan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Menurutnya, peningkatan kompetensi, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta inovasi pelayanan yang adaptif menjadi kunci agar profesi bidan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan di masa depan.

Diskusi yang dipandu Dr. Wahyul Anis, S.Keb., Bd., M.Kes. berlangsung interaktif. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman lapangan sehingga memperkaya pembahasan mengenai tantangan pelayanan kebidanan di berbagai daerah.

Selain seminar ilmiah, rangkaian peringatan HUT IBI ke-75 juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada Pengurus Cabang IBI Kabupaten/Kota, Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB), serta para mitra yang dinilai berkontribusi dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.