GRESIK – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut diwujudkan melalui Program SEDAP BANJAR (Sembada Pangan Melalui Electrifying Agriculture) di Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
Program ini menjadi langkah strategis PLN dalam mendorong transformasi sektor pertanian menuju sistem yang lebih modern, efisien, dan produktif melalui pemanfaatan energi listrik.
Berbagai peralatan pertanian berbasis listrik disalurkan kepada kelompok tani, di antaranya hand traktor elektrik, mesin perontok padi, mesin semprot hama elektrik, hingga pompa air listrik.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya operasional para petani sehingga usaha tani menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Tak hanya menghadirkan bantuan sarana produksi, PLN juga memberikan penguatan kapasitas kepada petani melalui berbagai pelatihan.
Materi yang diberikan meliputi pengolahan hasil pertanian, strategi pemasaran produk, hingga teknik pengendalian hama. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk pertanian lokal sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat desa.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Manajemen PLN UPT Gresik, Rizky Wahyu, kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banjarsari, Sapiin. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Desa Banjarsari beserta jajaran Muspika Kecamatan Cerme.
General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, mengatakan Program SEDAP BANJAR merupakan bagian dari komitmen PLN untuk menghadirkan manfaat energi listrik yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Program SEDAP BANJAR, PLN ingin menghadirkan manfaat nyata dari energi listrik bagi masyarakat. Kami berharap bantuan peralatan berbasis listrik yang disertai penguatan kapasitas petani ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menciptakan efisiensi usaha tani, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa. PLN berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya ekosistem Electrifying Agriculture sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dan pembangunan desa yang berkelanjutan,” ujar Ika.
Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, Program SEDAP BANJAR diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi desa berbasis pemanfaatan energi listrik.
Kolaborasi antara teknologi, peningkatan kompetensi petani, serta dukungan berbagai pemangku kepentingan diyakini mampu melahirkan sistem pertanian yang lebih modern, efisien, berdaya saing, sekaligus mendukung penguatan ketahanan pangan nasional.






