Daerah  

Bimas Buddha Kanwil Kemenag Babel Sosialisasi Asta Protas, Dirjen Bimas Buddha Jadi Pembicara

Pangkalpinang – Bimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan sosialisasi Delapan Program Prioritas Kementerian Agama Tahun 2025 – 2029 yang dikenal dengan akronim “ASTA PROTAS” (Delapan Program Prioritas).

Kegiatan tersebut berlangsung di Vihara Sinar Pusaka, Kota Pangkalpinang, pada hari Selasa (18/11/2025)

Sosialisasi ini bertujuan untuk memastikan pemahaman dan dukungan penuh dari seluruh jajaran Bimas Buddha di daerah serta masyarakat Buddhis terhadap rencana strategis Kemenag kedepan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Bimas Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd., yang didampingi oleh Kepala Bidang Bimas Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, serta Penyelenggara Bimas Buddha Kota Pangkalpinang dan Penyelenggara Bimas Buddha Kabupaten Bangka.

Sakiyo, S.Ag, M.M.Pd, selaku Kepala Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kerukunan umat beragama di provinsi Babel ini, khususnya umat Buddha.

“Kami merasa bangga, umat Buddha di Bangka menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi dan kerukunan. Hal ini adalah modal utama dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis,” ujarnya.

Menguatkan pernyataan tersebut, Dirjen Bimas Buddha, Drs. Supriyadi, M.Pd.,  menegaskan kembali pentingnya menjaga nilai-nilai kerukunan antar umat beragama sebagai fondasi stabilitas nasional.

“Kerukunan bukanlah hanya tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ASTA PROTAS Kemenag, isu kerukunan akan terus menjadi fokus utama untuk memastikan bahwa setiap warga negara dapat menjalankan keyakinan mereka dengan aman dan damai,” kata Dirjen Bimas Buddha ini.

Drs. Supriyadi, M.Pd, juga menjabarkan garis besar dari Delapan Program Prioritas Kemenag yang mencakup berbagai aspek, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama, penguatan moderasi beragama, pelayanan publik yang inklusif, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Ia berharap, seluruh jajaran Bimas Buddha di daerah dapat segera mengimplementasikan program-program ini secara adaptif sesuai dengan kearifan lokal.

Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif, menunjukkan komitmen kuat dari Kemenag untuk menjamin program prioritas dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh umat Buddha di Indonesia.