Cegah Penyakit dari Hewan, FKH Unair Sosialisasikan Toxoplasmosis di Mulyorejo

SURABAYA – Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (FKH Unair) terus memperkuat peran pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE).

Kali ini, FKH Unair memberikan edukasi kepada kader PKK, Dharma Wanita, serta perwakilan warga Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, terkait penyakit pada kucing dan potensi penularannya kepada manusia, Kegiatan edukatif ini digelar di Kantor Kelurahan Mulyorejo, (12/01/26) Senin siang.

Dalam sesi sosialisasi, FKH Unair menghadirkan dosen dan pakar kesehatan hewan, Prof. Dr. drh. Lucia Tri Suwanti, M.Si, yang memaparkan secara mendalam mengenai penyakit toxoplasmosis pada kucing.

Ia menjelaskan bahwa toxoplasmosis merupakan penyakit infeksi akibat parasit Toxoplasma gondii yang salah satu jalur penularannya berasal dari kotoran kucing yang mengandung ookista.

Menurut Prof. Lucia, kebersihan lingkungan menjadi faktor krusial dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan kucing, termasuk kucing liar yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggal.

“Jika di lingkungan ada kucing liar, sebaiknya diberi makanan yang sudah dimasak dan tidak dibiarkan mengais sisa-sisa kotoran. Ketika kucing buang kotoran sembarangan, pada kondisi lembap seperti saat ini, sebaiknya disiram dengan air panas agar ookista dapat mati dan lingkungan tetap aman,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para pemilik hewan peliharaan agar tidak membiarkan kucing maupun hewan kesayangan lain berkeliaran bebas di luar rumah. Pemilik disarankan menyediakan kandang atau ruang khusus, serta memastikan hewan peliharaan mendapatkan makanan yang matang dan sehat.

Selain itu, Prof. Lucia menyoroti kesalahan persepsi yang masih berkembang di kalangan pecinta kucing, khususnya mereka yang mempersiapkan kucing untuk lomba.

“Ada anggapan bahwa pemberian daging mentah dapat meningkatkan performa kucing. Secara medis, hal itu tidak saya anjurkan karena justru berisiko membawa parasit dan penyakit,” tegasnya.

Sebagai tambahan materi, peserta juga mendapatkan paparan dari Prof. Dr. drh. Wiwik Misaco Yuniarti, M.Si, mengenai berbagai penyakit pada kucing dan hewan kesayangan lainnya serta potensi penularannya kepada manusia.

Sesi ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, menunjukkan antusiasme peserta terhadap isu kesehatan hewan dan lingkungan.

Sebagai informasi, toxoplasmosis pada umumnya tidak menimbulkan gejala pada orang sehat. Namun, infeksi ini dapat berdampak serius apabila terjadi pada ibu hamil atau individu dengan daya tahan tubuh rendah, karena berisiko menimbulkan gangguan pada janin.

Ookista sebagai stadium infektif parasit toxoplasma dapat bertahan di lingkungan dan menularkan penyakit ke hewan lain maupun manusia. Hewan yang terinfeksi juga dapat mengandung kista toxoplasma di dalam jaringan dagingnya.

Di sisi lain, Ketua PKK Kecamatan Mulyorejo, Sudarsi, menyambut baik pelaksanaan kegiatan edukasi tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat relevan dengan program PKK, khususnya pada aspek kesehatan lingkungan, kesehatan hewan, dan kesehatan keluarga.

“Kegiatan ini sangat mendukung program kami. Kesehatan lingkungan, kesehatan hewan, dan kesehatan ibu hamil itu saling berkaitan. Kami memahami bahwa toxoplasmosis dapat berdampak serius pada ibu hamil, bahkan berisiko menyebabkan bayi lahir dengan kelainan,” katanya.

Sudarsi menegaskan, hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti secara berjenjang. Materi yang diperoleh dari kegiatan ini akan dibagikan kepada PKK tingkat kelurahan hingga diteruskan ke tingkat RW agar pemahaman masyarakat semakin luas.

“Nanti materi ini akan kami share ke ketua PKK kelurahan, lalu diteruskan ke RW. Harapannya, pengetahuan ini bisa menjadi langkah pencegahan agar tidak terjadi kasus ibu hamil melahirkan anak dengan gangguan akibat penyakit yang bersumber dari hewan,” pungkasnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia mengadakan undian doorprize dan sesi foto bersama seluruh peserta serta narasumber, sebelum acara resmi ditutup.