Video Promosi Klinik Hildove Estetica Batam Tuai Kontroversi, Diduga Bermuatan Pornografi

BATAM – Sebuah video promosi yang dikaitkan dengan Klinik Hildove Estetica menjadi sorotan publik setelah beredar luas di media sosial. Konten tersebut memicu perdebatan di kalangan masyarakat Batam karena dinilai menampilkan adegan yang tidak pantas dan diduga mengandung unsur pornografi.

Video promosi itu memperlihatkan sejumlah adegan sugestif yang menyerupai hubungan suami istri, meski dikemas sebagai materi pemasaran layanan kecantikan. Tayangan tersebut diduga melibatkan influencer sebagai bagian dari strategi promosi klinik.

Konten tersebut menuai kecaman dari warganet. Banyak pihak menilai video itu melanggar norma kesusilaan dan berpotensi bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur larangan konten pornografi di ruang publik.

Video promosi tersebut diunggah melalui unggahan kolaboratif di media sosial oleh akun @juniusmaitris (Junius Maitris), @shellyoct_ (Shelly Octora), serta akun resmi Klinik Hildove Estetica, @hildoveestetica.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan bahwa promosi yang mengandung unsur pornografi tidak dapat dibenarkan. Ia juga menyebut masyarakat memiliki hak untuk melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada aparat penegak hukum.

“Tidak layak promosi dengan unsur pornografi. Hari ini juga tim kami akan turun untuk mengecek langsung ke lokasi,” ujar Didi, Kamis (22/1/2026).

Ia menegaskan, pihak Dinas Kesehatan akan turun langsung untuk meninjau aspek etika dan profesionalisme, serta melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan yang berlaku.

“Namun, penentuan unsur pidana tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Kami dari Dinas Kesehatan turun untuk menilai dari sisi etika dan profesionalisme,” tegasnya.

Klinik Hildove Estetica belum memberikan keterangan resmi. Indonesiakini.id telah mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pihak manajemen melalui pesan WhatsApp pada Kamis (22/1/2026), namun hingga kini belum mendapat respons. (Red)