Pembangunan Rally Padel di Sei Panas Batam Diduga Tutup Drainase, Warga Khawatir Banjir Meluas

Pembongkaran saluran drainase di lokasi pembangunan Rally Padel di Jalan Laksamana Bintan, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota. (Ist)

BATAM – Aktivitas pembangunan sarana olahraga Rally Padel di Jalan Laksamana Bintan, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, diduga menutup saluran drainase induk di tepi jalan. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga terhadap potensi banjir, khususnya di wilayah Bengkong yang selama ini dikenal rawan genangan saat hujan deras.

Proyek yang berada tepat di seberang SPBU Sei Panas itu disinyalir melakukan penimbunan hingga menutup parit utama di pinggir jalan. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah alat berat jenis ekskavator terlihat beroperasi meratakan tanah merah di area pembangunan. Pagar seng pembatas proyek sebagian terbuka, memperlihatkan tumpukan material tanah dan puing yang menjorok hingga ke bibir jalan serta menimbun jalur aliran air.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat akan dampak lingkungan yang lebih luas, terutama kemungkinan meningkatnya debit air limpasan ke wilayah hilir.

Ali, salah seorang warga di sekitar lokasi, mengaku kecewa terhadap pelaksana proyek yang dinilai kurang memperhatikan dampak lingkungan. Ia menegaskan, penutupan atau penyempitan drainase dapat berakibat fatal bagi kawasan sekitar.

Kondisi drainase di Jalan Laksamana Bintan, Kelurahan Sungai Panas, Kecamatan Batam Kota, sebelum dilakukan pembongkaran terkait proyek pembangunan Rally Padel. (Ist)

“Paritnya justru ditutup tanah timbunan, padahal drainase ini jalur air yang vital,” ujar Ali dengan nada kesal, Senin (16/2/2026).
Menurut Ali, aliran air dari Jalan Laksamana Bintan mengarah ke kawasan Bengkong, khususnya di sekitar SMP Negeri 6 Batam. Wilayah tersebut selama ini kerap terdampak banjir setiap kali hujan deras mengguyur Kota Batam.

“Daerah Bengkong, terutama dekat SMP Negeri 6, sudah sering banjir saat hujan. Itu merupakan air kiriman dari atas, yakni Sei Panas. Jika di sini paritnya ditutup atau tersumbat akibat proyek Rally Padel, air bisa meluap dan banjir di sana akan semakin parah,” katanya.

Warga berharap Pemerintah Kota Batam segera turun tangan untuk meninjau perizinan proyek, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan peil banjir, guna memastikan pembangunan tersebut tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan sekitar. (red)