BATAM – Kericuhan pecah di Orion Club, kawasan Cipta Grand City, Sagulung, Kota Batam, pada Sabtu dini hari (28/2/2026), bertepatan dengan hari kesembilan Ramadan 1447 Hijriah. Insiden tersebut terjadi hanya beberapa menit setelah aparat gabungan menggelar razia di sejumlah tempat hiburan malam (THM) di kawasan itu.
Razia melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polisi Militer (PM), Kepolisian, serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam. Kegiatan tersebut mengacu pada surat edaran Wali Kota Batam mengenai pengaturan jam operasional dan skema penutupan THM selama Ramadan dengan pola tiga hari pada awal, pertengahan, dan akhir bulan suci.
Menurut sejumlah saksi, keributan di Orion Club diduga dipicu perselisihan terkait lady companion (LC). Sebelum insiden terjadi, tempat hiburan itu termasuk salah satu lokasi yang dirazia aparat.
“Sepertinya karena ada yang menyentuh LC di dalam, lalu terjadi keributan,” ujar seorang saksi di lokasi kejadian.
Kericuhan berlangsung hingga ke halaman Orion Club dan meluas ke jalan umum di depan stan bazar yang sedang beroperasi. Massa terlihat berkerumun dan terbagi dalam beberapa kelompok.
Situasi berangsur kondusif setelah pihak keamanan Orion Club meminta pihak-pihak yang terlibat untuk meninggalkan lokasi.
Pasca-insiden, sejumlah pedagang di sekitar lokasi mengaku pembeli sempat panik dan berhamburan menyelamatkan diri.
Salah seorang pedagang bazar menuturkan, keributan bermula saat seorang pria keluar dari dalam Orion Club dengan pengawalan petugas keamanan.
“Ada pria keluar sambil berteriak, ‘Saya kecewa dengan Orion Club,’” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, ketika keributan berlangsung, sejumlah LC berhamburan keluar. Beberapa di antaranya terdengar meminta agar tagihan segera diselesaikan.
“Ada yang berteriak menanyakan bayaran mereka,” katanya.
Pedagang lain menyampaikan bahwa razia dilakukan oleh Satpol PP dan Polisi Militer. Sebelum memasuki Orion Club, personel keamanan disebut sempat menurunkan seorang pria yang sebelumnya diamankan dari tempat hiburan malam lain di sekitar lokasi.
“Setelah itu pria tersebut masuk ke Orion. Petugas kemudian masuk dengan membawa berkas. Pria yang tadi dibawa ke dalam tidak terlihat lagi, tidak diketahui ke mana dibawa,” ujar seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Menurut saksi, keributan justru terjadi beberapa menit setelah personel yang melakukan razia meninggalkan lokasi.
“Dari dalam langsung terjadi pukul-pukulan sekitar 10 menit,” ujarnya. Ia menambahkan, saat razia berlangsung, dirinya tidak melihat adanya penangkapan.
“Saat keributan terjadi, banyak LC berlarian dan sebagian berlindung di dalam mobil,” katanya. (red)






