Sentuhan Toleransi di Ramadan, 500 Anak Yatim Bahagia di Miracle of Ramadan 2026

SURABAYA – Tahun 2026 menjadi momen istimewa bagi masyarakat Indonesia karena sejumlah hari raya keagamaan hadir dalam waktu yang berdekatan, mulai dari perayaan Imlek, Nyepi, hingga bulan suci Ramadan yang berpuncak pada Idulfitri. Kedekatan momentum tersebut menghadirkan nuansa kebersamaan dan keberagaman yang semakin terasa di tengah masyarakat.

Semangat kebersamaan itu tercermin dalam kegiatan Miracle of Ramadan 2026, hasil kolaborasi Positive Community, Yayasan Baitul Maal Griya Qur’an, serta manajemen Mercure Surabaya Grand Mirama dengan dukungan sponsor Mitsubishi Motors.

Sebanyak 500 anak yatim dan penghafal Al-Qur’an dari Surabaya, Sidoarjo, dan Bangkalan menerima santunan dalam kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas dan lembaga tersebut. Selain bantuan, anak-anak juga diajak menikmati beragam hiburan seperti pertunjukan pencak silat, badut, hingga atraksi barongsai yang menjadi daya tarik utama.

Ketua Positive Community, Umi Diaz, menjelaskan bahwa Miracle of Ramadan merupakan program tahunan yang telah berjalan selama enam tahun dan terus berkembang dari waktu ke waktu.

“Ini adalah acara Miracle of Ramadan dari Positive Community. Tahun 2026 ini menjadi penyelenggaraan yang ke-6,” ujar Diaz, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an, khususnya di bulan Ramadan.

“Di sini kita memuliakan dan membahagiakan mereka. Selain santunan, anak-anak juga dihibur dengan berbagai pertunjukan,” katanya.

Ia berharap kebahagiaan yang dirasakan anak-anak dapat membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

“Kami hanya ingin membahagiakan mereka. Dari kebahagiaan mereka itu, insya Allah doa-doa kita nanti diaminkan oleh anak-anak langit,” ujarnya.

Jumlah peserta Miracle of Ramadan terus meningkat setiap tahun. Diaz menjelaskan bahwa kegiatan ini awalnya hanya diikuti puluhan anak, terutama saat masa pandemi COVID-19.

Namun, seiring bertambahnya dukungan dari berbagai pihak, jumlah peserta pun meningkat secara signifikan hingga mencapai 500 anak pada tahun ini.

“Awalnya sekitar 30 anak saat masa COVID-19, kemudian meningkat menjadi 100, 200, 300, hingga sekarang mencapai 500 anak di tahun 2026,” jelasnya.

Selain anak yatim piatu, kegiatan tahun ini juga melibatkan anak yatim biatu serta para penghafal Al-Qur’an. Para peserta juga menerima bantuan perlengkapan sekolah berupa tas ransel sebagai bekal menjelang tahun ajaran baru.

Sentuhan Keberagaman Budaya
Kegiatan Miracle of Ramadan tahun ini terasa berbeda dengan hadirnya unsur keberagaman budaya dalam rangkaian acara. Selain hiburan badut dan pertunjukan seni bela diri, panitia juga menghadirkan atraksi barongsai yang identik dengan budaya Tionghoa.

Menurut Diaz, konsep tersebut sengaja dihadirkan karena momentum Ramadan tahun ini berdekatan dengan perayaan Imlek dan Nyepi.

“Mengundang barongsai juga untuk menggandeng multi-etnis. Kebetulan Imlek dan Nyepi berdekatan dengan Ramadan dan Idul Fitri,” ujarnya.

Ia berharap anak-anak dapat memahami pentingnya toleransi sejak dini.
“Membiasakan anak-anak untuk saling mencintai sesama, bahwa seluruh agama itu tidak ada yang berbeda dan harus saling menghargai,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, ratusan anak tidak datang sendiri. Mereka dijemput oleh relawan dari berbagai komunitas, termasuk komunitas mobil yang membantu proses transportasi.

“Alhamdulillah kegiatan ini juga didukung komunitas mobil. Anak-anak dijemput oleh sahabat-sahabat komunitas mobil dan nanti pulang juga bersama mereka,” kata Diaz.

Kegiatan santunan ini juga mendapat apresiasi dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur.

Kabid Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (PENAIS ZAWA) Kanwil Kemenag Jatim, Moh. Arwani, menyampaikan penghargaan kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia kegiatan santunan dan buka bersama 500 adik-adik yatim serta penghafal Al-Qur’an,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki nilai ibadah sekaligus membantu meringankan beban anak-anak yatim.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat membantu meringankan beban anak-anak yatim dan para penghafal Al-Qur’an,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten di Jawa Timur yang dikenal memiliki keberagaman suku, budaya, dan agama.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti hari ini bisa menjadi kegiatan yang istiqomah dilakukan secara rutin,” tuturnya.

Kegiatan Miracle of Ramadan 2026 digelar di Mercure Surabaya Grand Mirama yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan acara.

Cluster General Manager Mercure Surabaya Grand Mirama dan Grand Mercure Malang, Sugito Adhi, mengatakan pihaknya telah beberapa tahun berkolaborasi dengan Positive Community dalam kegiatan santunan Ramadan.

“Ini merupakan kegiatan rutin tahunan Mercure Surabaya yang bekerja sama dengan Positive Community. Sudah sekitar lima tahun kami berkolaborasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak hotel menyediakan tempat secara gratis sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan sosial tersebut.

“Kami menyediakan tempat untuk kegiatan ini tanpa menarik biaya dari awal hingga akhir,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami, setidaknya kehadiran kami bisa memberikan manfaat bagi warga sekitar dan masyarakat Surabaya Raya,” katanya.

Melibatkan ratusan anak yatim, berbagai komunitas, serta dukungan dari sektor swasta dan pemerintah, Miracle of Ramadan 2026 menjadi contoh nyata kolaborasi sosial yang menghadirkan kebahagiaan bersama.

Di tengah suasana Ramadan yang tahun ini berdekatan dengan berbagai perayaan budaya dan keagamaan, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa keberagaman bukan hanya realitas sosial, tetapi juga kekuatan untuk mempererat kebersamaan.