Janji Capres 2024, Dalam Debat Capres Perdana

JAKARTA (INDONESIAKINI.id) – Debat perdana calon presiden 2024 diselenggarakan Selasa malam, (12/12) di Kantor KPU, Jakarta. Capres yang berdebat yaitu Anies Baswedan (nomor urut 1), Prabowo Subianto (nomor urut 2), dan Ganjar Pranowo (nomor urut 3).

Tema debat pertama ini, seputar pemerintahan, hukum, hak asasi manusia (HAM), pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.

Ada beberapa hal yang disampaikan dalam debat oleh ketiga Capres ini, termasuk janji mereka ketika terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8.

• Anies Baswedan

 

Calon presiden nomor urut 1, Anies Rasyid Baswedan mengkritik situasi penegakan hukum di Indonesia. Ia menggaungkan “perubahan”.

Kata Anies, penegakan hukum yang dijalankan pemerintah saat ini, sering tidak sesuai dengan prinsip hukum lantaran hukum bukan dijalankan oleh negara akan tetapi kekuasaan.

“Dalam negara kekuasaan, hukum diatur oleh penguasa dan kita tidak menginginkan itu. Hukum harusnya tegak, tapi kenyataannya bengkok,” ujar Anies Baswedan.

Ia sempat mengkritik tindakan penangkapan dan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian ketika menangani aksi demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu semisal penolakan RUU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Omnibus Law Cipta Kerja. Kala itu, aparat polisi menembakkan gas air mata, sambung Anies.

Ia juga mencontohkan sejumlah kasus yang tidak tuntas, seperti kasus Mega Suryani Dewi seorang ibu rumah tangga yang mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada September lalu, dan kasus meninggalnya seorang anak Harun Al Rasyid pada Mei 2019 silam.

• Prabowo Subianto

Ketika menyampaikan visi misi bidang hukum, HAM dan pemerintahannya, Prabowo Subianto mengatakan “akan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, menegakkan apa yang perlu ditegakkan, dan memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya”.

“Saya pertaruhkan nyawa saya, jiwa saya untuk membela demokrasi, hukum dan HAM,” kata Prabowo.

• Ganjar Pranowo

Saat menyampaikan visi misi, Ganjar mengatakan menjabarkan tiga gagasan, salah satunya pembangunan fasilitas kesehatan satu desa, satu puskesmas.

Selain itu, Ganjar juga menjanjikan insentif bagi guru, termasuk guru agama, agar bisa mengajarkan budi pekerti luhur dengan moderasi agama.

Ketiga, Ganjar juga menjanjikan pemerataan akses pendidikan dengan memberikan internet gratis bagi para siswa.

“Semua ini bisa berjalan kalau pemerintahnya bersih,” ujar Ganjar.