Daerah  

Suyuti Syamsul: Sekda Kalteng Tak Bermimpi Masuk Bursa

Bursa Calon Sekda Kalteng Memanas: Sejumlah ASN Senior Mulai Disebutkan

PALANGKA RAYA – Menjelang berakhirnya masa jabatan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), spekulasi mengenai siapa yang akan mengisi kursi strategis tersebut semakin menguat. Sejumlah nama aparatur sipil negara (ASN) senior di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng mulai mencuat ke publik, mengindikasikan persaingan ketat untuk menduduki posisi penting ini.

Jabatan Sekda Kalteng saat ini masih dipegang oleh seorang pelaksana tugas (Plt), dan masa baktinya akan segera berakhir. Situasi ini membuka peluang bagi ASN yang memiliki rekam jejak dan kompetensi untuk dipertimbangkan. Dalam beberapa waktu terakhir, beberapa nama pejabat eselon II aktif telah beredar di kalangan publik dan media.

Nama-nama yang Mulai Mencuat

Sebelumnya, beberapa nama pejabat yang telah disebut-sebut memiliki peluang antara lain:

  • Sutoyo, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalteng.
  • Agustan Saining, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalteng.
  • Mokhammad Hilman, seorang pejabat yang baru saja dimutasi dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar ke Pemerintah Provinsi Kalteng.

Kini, lanskap bursa calon Sekda Kalteng semakin dinamis dengan munculnya nama baru yang turut beredar, yaitu:

  • Suyuti Syamsul, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalteng.

Munculnya nama Suyuti Syamsul menambah warna dalam persaingan ini. Namun, ketika dikonfirmasi mengenai spekulasi yang berkembang, Suyuti Syamsul memilih untuk bersikap rendah hati dan menjaga jarak. Ia menyatakan bahwa fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan tanggung jawabnya sebagai Kepala Dinas Kesehatan, serta menjalankan tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Doris Sylvanus.

“Saya fokus menyelesaikan tanggung jawab saya sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dan tugas tambahan sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Doris Sylvanus,” ujar Suyuti Syamsul pada Sabtu, 17 Januari 2026. Ia juga dengan tegas menyampaikan bahwa dirinya tidak memiliki ambisi pribadi untuk mengejar jabatan Sekda. “Saya pun tidak bermimpi menjadi Sekda,” tuturnya singkat.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai kemungkinan apabila dirinya dipercaya oleh Gubernur Kalteng untuk menduduki jabatan tersebut, Suyuti Syamsul kembali memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh, “Saya no comment saja soal ini,” katanya.

Respons Wakil Gubernur dan Kriteria Sekda

Wakil Gubernur (Wagub) Kalteng, Edy Pratowo, turut memberikan tanggapan terkait ramainya bursa calon Sekda Kalteng. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang akan ditunjuk untuk menduduki jabatan tersebut.

“Tidak ada dibicarakan, tidak ada diskusi apapun,” ujar Edy Pratowo usai menghadiri Rapat Paripurna ke-2 DPRD Kalteng Masa Persidangan II Tahun 2026, pada Rabu, 16 Januari 2026.

Edy Pratowo menjelaskan bahwa penunjukan Sekda Kalteng merupakan kewenangan penuh Gubernur. Tentu saja, dalam prosesnya, Gubernur akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pangkat dan golongan ASN, yang minimal harus memiliki pangkat Pembina Utama Madya atau Golongan IV/d.

Lebih lanjut, Wagub Kalteng menggarisbawahi peran krusial seorang Sekda. Ia berharap sosok yang terpilih nantinya adalah individu yang mampu bekerja sama dengan baik, mampu mengakomodir berbagai pihak, serta dapat menciptakan tim kerja yang solid dan harmonis di lingkungan Pemerintah Provinsi.

“Karena jabatan Sekda itu adalah jabatan yang diseniorkan di lingkungan ASN,” ungkapnya.

Seorang Sekda, menurut Edy Pratowo, memegang peranan penting dalam mengoordinasikan seluruh tugas-tugas kesekretariatan di tingkat daerah. Ia juga membeberkan beberapa kriteria yang diharapkan Gubernur Kalteng dalam memilih Sekda Pemprov.

“Yang bisa bekerja sama, menjalin hubungan baik dengan semuanya, dan membuat iklim kerjanya harmonis,” jelasnya.

Edy Pratowo menambahkan bahwa saat ini terdapat cukup banyak ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalteng yang dinilai memenuhi kriteria untuk menjadi Sekda. Ia meyakini bahwa semua calon memiliki potensi yang sama untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

“Semua itu punya kesempatan yang sama,” tutupnya.

Proses seleksi dan penentuan Sekda Kalteng ini tentunya akan menjadi perhatian publik, mengingat pentingnya peran Sekda dalam menjalankan roda pemerintahan di provinsi tersebut. Siapapun yang akhirnya terpilih, diharapkan dapat membawa angin segar dan berkontribusi positif bagi kemajuan Kalimantan Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *