Pengolahan Tebu Secara Modern akan Mengurangi Impor Gula

JAKARTA – Pengolahan tanaman tebu secara modern akan memberikan keuntungan bagi Indonesia di masa depan. Karena, mendorong produksi gula di dalam negeri meningkat secara signifikan. 

Adanya peningkatan jumlah produksi tersebut, tentunya dapat menghentikan impor gula yang selama ini diandalkan. Digantikan oleh produk gula lokal untuk memenuhi setiap kebutuhan masyarakat di berbagai pelosok. 

“Produktivitas dari tanaman itu menjadi lebih baik dan lebih meningkat,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui keterangan pers pada Jumat (4/11/2022). 

Kebutuhan gula di Indonesia sangat besar setiap tahunnya, untuk gula konsumsi memerlukan pasokan sebanyak 1.880.000 ton. Kemudian, gula yang dibutuhkan oleh industri dalam satu tahun membutuhkan sebanyak 3.569.000 ton. 

“Pada 1800-an Indonesia adalah raja gula ekspor. Kita kemana-mana ke semua negara saat itu pertanyaannya kenapa dari yang dulu mengekspor kok sekarang mengimpor ini pasti ada sesuatu,” kata Presiden. 

Kemudian, melimpahnya stok komoditas gula yang dimiliki Indonesia dapat menekan impor bahan bakar minyak (BBM) secara masif di masa depan. Sebab, gula setelah melalui proses molase dapat diubah menjadi zat etanol yang dimanfaatkan sebagai campuran BBM. 

Semakin banyak zat etanol yang dihasilkan oleh Indonesia melalui pengolahan modern komoditas gula. Juga membuat peluang industri bioetanol berkembang menjadi terbuka lebar dengan seiring berjalannya waktu. 

“Separuh dari energi yang kita gunakan, yakni BBM sebanyak 50 persen itu impor semuanya,” kata Presiden Jokowi. 

Artinya, pengolahan gula di Indonesia juga dapat memperkuat ketahanan energi dalam negeri. Sehingga, dapat bertahan dari dampak ketidakpastian global maupun krisis energi yang sedang melanda banyak negara di berbagai belahan benua lainnya. 

“Banyak negara yang pusing dengan sektor energi, kita memiliki kesempatan menyelesaikan masalah energi melalui pengolahan komoditas gula secara modern,” pungkas Jokowi.