MALANG (INDONESIAKINI.id) – Pekan ini harga cabai rawit di Kabupaten Malang menembus angka Rp80 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai dalam 2 pekan terakhir berdampak langsung pada pelaku kuliner di Kabupaten Malang.
Pemilik usaha Caffe MBF dan beberapa masakan pedas, Istifar mengatakan bahwa dampak kenaikan harga cabai tentu saja terasa bagi pelaku kuliner. Apalagi, masakan Lalapan ayam atau bebek yang dia jual berciri khas pedas dengan cabai sebagai salah satu komposisi utamanya.
“Kita kalau bikin itu langsung jadi 100 kilogram cabai untuk beberapa porsi, Sehari setidaknya membutuhkan 25 porsi ini kalau kondisi normal. Kalau kondisi ramai bisa 50 porsi sehari. Jadi kalau produksi 100 porsi habis belum satu minggu ya harus kulakan lagi. Beli cabai 10 kilogram lagi,” kata Istifar, Minggu, 12 November 2023.
Satu porsi Bebek dijual seharga Rp 28000 ribu berisikan 1 potong. Meski harga cabai rawit terus mengalami kenaikan Istifar memutuskan untuk tetap bertahan di harga Rp 28000 ribu.
Dia tidak menaikan harga jual meski keuntungan yang didapat menipis akibat harga cabai yang mahal. “Karena ketika harga per porsi dinaikan ketikan harga cabai naik. Nanti kalau harga cabai turun lagi kita masa menurunkan lagi. Jadi harganya tetap, resikonya keuntungan yang menurun. Keuntungan menurun sampai 50 persen, karena tidak hanya cabai rawit, ayam dan beberapa bahan pokok kan juga naik,” ujar Isstifar.
Istifar sendiri menggeluti usaha belum ada setahun. Bebek yang merupakan akronim dari lalapan MBF CAFFE ini dijual di Depan Pom Bensin Tanjungsari Sumbermanjing Kulon Kabupaten Malang.
Awalnya usaha ini dia jalankan bersama adek dan kedua orang tuanya.
Karena Lalapan Bebek ini ikon kuliner nusantara, Jadi apapun kondisinya, harga cabai naik harga ayam naik kita tetap produksi dan jualan meski pengaruh ke keuntungan,” tutur Istifar. (pyt/red/hum)






