Teluk Bintuni Dorong Pemerataan BBM, Pertashop Jadi Solusi Distribusi Pertalite

Pemkab Teluk Bintuni Berupaya Mendorong Pertashop untuk Menjual BBM Bersubsidi

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Teluk Bintuni memiliki rencana strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi. Rencana ini melibatkan PT Pertamina (Persero) sebagai mitra utama dalam pengadaan dan distribusi BBM. Salah satu fokus utama adalah agar Pertashop tidak hanya menjual BBM non subsidi seperti Pertamax, tetapi juga Pertalite yang merupakan BBM bersubsidi.

Pemkab Teluk Bintuni berharap agar pelaku usaha UMKM yang beroperasi di Pertashop bisa diberikan kesempatan untuk menjual Pertalite. Jika memenuhi syarat, outlet Pertashop di wilayah Teluk Bintuni akan turut serta menyediakan Pertalite bagi masyarakat setempat. Langkah ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan BBM murah dan satu harga di daerah-daerah terpencil.

Alasan penerapan kebijakan ini adalah karena keberadaan Pertashop di pelosok daerah sangat disambut baik oleh masyarakat. Selain itu, luasnya wilayah keterjangkauan Teluk Bintuni membuat perlu adanya kebijakan yang memudahkan masyarakat mendapatkan BBM dengan harga terjangkau.

Dalam sebuah pertemuan dengan pelaku usaha agen penyalur BBM di Teluk Bintuni, Bupati Yohanis Manibuy mengungkapkan bahwa ada masalah dalam distribusi kuota BBM bersubsidi. Contohnya, seorang mitra penyalur resmi BBM Bersubsidi memiliki kuota 1.234 K/L per tahun, tetapi hanya mampu menyalurkan sekitar 60 ton atau 700.000 liter dalam satu bulan.

“Untuk itu kita minta bisa tidak kuota ini di distribusikan ke Pertashop lainnya. Intinya pasokan BBM bersubsidi atau Pertalite dalam konsep satu harga ini, kami harap bisa tersalurkan ke Masyarakat,” ujarnya.

Pemkab Teluk Bintuni juga berharap agar Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memberikan perhatian khusus terhadap peluang pemberian izin penjualan Pertalite kepada Pertashop. Hal ini semakin penting mengingat Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, berperan sebagai pilar ketahanan energi nasional.

“Kita ini teluk bintuni adalah pemasok dan penyangga energi nasional. Sehingga kedepan itu sangat diharapkan ada perhatian khusus soal penyaluran BBM bersubsidi bagi Masyarakat ini harus diperhatikan baik oleh Pemerintah Pusat,” tambah Bupati.

Dalam pertemuan yang melibatkan TPID dan tim satgas pangan daerah, Pemkab Teluk Bintuni menegaskan komitmennya untuk menuntaskan program strategis nasional BBM satu harga. Program ini ditujukan untuk memenuhi seluruh titik lokasi yang telah ditetapkan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

“Kasian kita punya masyarakat di distrik ini, kadang susah mendapatkan jumlah kuota penyaluran BBM yang tidak tercukupi. Dan bahkan ada ketidaksesuaian harga di lokasi, bahkan kadang – kadang penyalur resmi BBM sering juga kedapatan menjual BBM jenis pertalite harga eceran,” ujarnya menambahkan.

Melalui komitmen pengendalian dan pendistribusian harga BBM bersubsidi yang tepat sasaran, Pemkab Teluk Bintuni berharap gejolak harga atau inflasi pangan dapat terkendali. Selain itu, dengan pengendalian pendistribusian kuota BBM yang tepat sasaran, daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di pelosok Kabupaten Teluk Bintuni dapat meningkat.

Pertashop sendiri merupakan outlet penjualan Pertamina yang berskala tertentu. Tujuannya adalah untuk melayani kebutuhan konsumen BBM non subsidi, LPG non subsidi, dan produk ritel Pertamina lainnya. Lokasi pelayanan Pertashop biasanya berada di desa atau kota yang membutuhkan pelayanan produk ritel Pertamina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *