Peran UMKM dalam Perekonomian Nasional
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Terutama saat menghadapi krisis, UMKM telah terbukti mampu bertahan dan berkontribusi besar terhadap stabilitas ekonomi. Namun, di tengah perubahan zaman yang cepat, pelaku usaha dituntut untuk bertransformasi dengan menggabungkan kreativitas dan teknologi agar tetap relevan dan mampu berkembang.
Menurut Nezar, ketahanan UMKM telah teruji dalam berbagai guncangan ekonomi selama puluhan tahun. “UMKM merupakan salah satu sektor yang telah terbukti selama hampir 30 tahun terakhir mampu menahan berbagai guncangan yang terjadi,” ujarnya dalam Entrepreneurs Leadership Conference 2026 di Universitas Gadjah Mada.
Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi saat ini jauh lebih kompleks, dipengaruhi oleh ketidakpastian global dan dinamika geopolitik. “Situasi ini penuh dengan ketidakpastian dan sangat dinamis, termasuk dipengaruhi oleh kondisi geopolitik saat ini,” jelasnya.
Transformasi UMKM dengan Teknologi
Dalam kondisi tersebut, Nezar menekankan perlunya perubahan pendekatan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu tumbuh. “Strategi yang dapat dilakukan adalah creative-tech fusion, yaitu menggabungkan kreativitas dengan platform teknologi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pelaku UMKM harus mampu memproduksi konten, membangun identitas merek, serta memanfaatkan platform digital untuk memperluas pasar. Dari sekitar 64 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah masuk ke ekosistem digital.
Di sisi lain, tingkat penetrasi internet di Indonesia sudah melampaui 80 persen atau sekitar 231 juta penduduk. Hal ini menjadi peluang besar, namun juga menuntut kesiapan pelaku usaha dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi.
“Kita tidak lagi berbicara soal konektivitas, melainkan meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang memberikan makna bagi pertumbuhan,” ujar Nezar.
Tantangan dan Solusi untuk UMKM
Ia juga menyoroti bahwa tantangan utama bukan sekadar akses digital, melainkan kemampuan dalam mengelola kehadiran di dunia online. “Yang menjadi tantangan adalah bagaimana mengelola akun, menerapkan digital marketing, serta membangun audiens untuk memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.
Sebagai respons, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital menghadirkan berbagai program peningkatan kapasitas digital bagi UMKM. “Di Kemkomdigi terdapat program yang disebut UMKM Go Digital,” ujarnya.
Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat mengikuti pelatihan terkait pemasaran digital hingga pemanfaatan kecerdasan buatan guna meningkatkan daya saing. “Pelaku UMKM dapat mempelajari digital marketing serta adopsi teknologi AI untuk mengoptimalkan bisnis,” tegasnya.
Langkah Konkret untuk Pengembangan UMKM
Program UMKM Go Digital mencakup berbagai pelatihan dan bimbingan teknis yang dirancang untuk membantu pelaku usaha memahami dan memanfaatkan teknologi secara efektif. Pelatihan ini mencakup penggunaan media sosial, optimasi mesin pencari, serta strategi pemasaran digital yang efektif.
Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan berbagai lembaga dan organisasi untuk menyediakan akses ke alat dan layanan digital yang diperlukan. Ini mencakup pelatihan penggunaan platform e-commerce, pembuatan konten digital, dan pengelolaan data pelanggan.
Pentingnya adaptasi terhadap teknologi tidak bisa diabaikan. Semakin cepat pelaku UMKM beradaptasi, semakin besar peluang mereka untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Dengan dukungan dari pemerintah dan berbagai inisiatif digital, UMKM memiliki kesempatan besar untuk berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.






