Rusun Plamboyan Dihuni Banyak Pengusaha, Anggota DPR Sigit Purnomo: Penghuni yang Sudah Mapan Harusnya Hengkang

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Sigit Purnomo (Pasha Ungu) saat acara reses dan silaturahmi dengan warga Pegadungan, di Jalan Utan Jati RT 09 RW 12, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (10/12/24). Foto: Asia Pujiono

JAKARTA – Puluhan mobil yang terparkir di kawasan Rusun Plamboyan, Jalan Rusun Plamboyan RT 12 RW 10, Kelurahan Kengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, diduga milik para penghuni rusun tersebut.

Berdasarkan pantauan Indonesiakini.id, kendaraan roda empat tersebut sering terlihat parkir di area tersebut.

Informasi mengenai penghuni Rusun Plamboyan yang memiliki kendaraan roda empat pernah disampaikan oleh Satuan Pengamanan (Satpam) Rusun Plamboyan, Frman, pada 30 November 2024.

Hal senada juga disampaikan oleh Nimun, warga RW 10 Kelurahan Cengkareng Barat, yang mengatakan bahwa banyak pengusaha yang tinggal di Blok F dan Blok E.

“Di Blok F dan Blok E banyak pengusaha,” ujar Nimun, Sabtu, 10 Desember 2024.

Sementara itu, menurut Pergub DKI Jakarta Nomot 95 Tahun 2022, Rusunawa hanya diperuntukkan bagi masyarakat Jakarta, khususnya kalangan menengah ke bawah.

Merespon persoalan itu, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Sigit Purnomo (Pasha Ungu), menyayangkan keberadaan masyarakat yang mampu secara finansial masih tinggal di Rusunawa.

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit kepada wartawan pada Selasa, 10 Desember 2024, saat acara reses dan silaturahmi dengan warga Pegadungan, yang mendukungnya pada Pemilu lalu, di Jalan Utan Jati RT 09 RW 12, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (10/12/2024).

Pada kesempatan tersebut, warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya.

“Sekarang ini bukan saya yang perlu masyarakat, tetapi masyarakat yang perlu saya. Untuk persoalan Rusunawa, itu ranahnya Dinas Perumahan, tetapi tetap kita tampung keluhan masyarakat dan kita catat,” terang Sigit.

(Asia Pujiono/Aas)