PLN UIT JBM Perkuat Penyaluran Energi Bersih dari PLTP Ijen

Teks Foto : Direktur Utama PT Medco Cahaya Geothermal Femi Firsadi Sastrena bersama General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja melakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Aset Special Facilities (BA STASF) pembangunan infrastruktur pendukung PLTP Ijen Unit #. (ist)

SIDOARJO – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) bersama PT Medco Cahaya Geothermal (MCG) menandatangani Berita Acara Serah Terima Aset Special Facilities (BA STASF) sebagai bagian dari penyelesaian pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen Unit #1 di Banyuwangi.

Penandatanganan BA STASF yang berlangsung di Sidoarjo, Selasa (11/8), menjadi momentum penting dalam pengelolaan infrastruktur transmisi yang mendukung penyaluran energi listrik dari PLTP Ijen.

Melalui serah terima tersebut, PLN UIT JBM secara resmi menerima pengelolaan dan pengoperasian sebanyak 83 tower transmisi yang menjadi bagian penting dalam menyalurkan energi listrik yang dihasilkan dari PLTP Ijen.

PLTP Ijen Unit #1 yang dikelola PT MCG memiliki kapasitas 34 megawatt (MW). Pembangkit tersebut menjadi salah satu sumber energi panas bumi yang berkontribusi terhadap pengembangan energi bersih di Indonesia, khususnya dalam memperkuat sistem kelistrikan di Jawa Timur.

Penyelesaian infrastruktur Special Facilities PLTP Ijen merupakan hasil pembangunan dan kolaborasi yang telah berlangsung sejak 2024. Rangkaian proyek diawali dengan kick off meeting pada November 2024, kemudian dilanjutkan dengan Commercial Operation Date (COD) PLTP Ijen pada Februari 2025.

Tahapan tersebut selanjutnya memasuki proses serah terima aset Special Facilities kepada PLN untuk dikelola dan dioperasikan sebagai bagian dari infrastruktur transmisi.

Direktur Utama PT MCG Femi Firsadi Sastrena menyampaikan apresiasi atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin dengan PLN selama proses pembangunan PLTP Ijen. Menurutnya, dukungan PLN menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong penyelesaian proyek hingga memasuki tahap pengelolaan aset.

“Kerja sama yang baik antara PT MCG dan PLN telah memberikan dukungan yang sangat berarti dalam penyelesaian proyek PLTP Ijen Unit #1. Kami mengapresiasi sinergi yang telah terbangun dan berharap kolaborasi ini dapat terus diperkuat dalam mendukung pengembangan energi panas bumi dan energi bersih di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, serah terima aset Special Facilities menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur transmisi pendukung PLTP Ijen dapat dikelola secara optimal, andal, dan berkelanjutan.

“Serah terima 83 tower transmisi SUTT 150 kV PLTP Ijen-Banyuwangi dan dua bay line di GI 150 kV Banyuwangi ini bukan hanya menjadi penanda selesainya salah satu tahapan proyek, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab PLN UIT JBM untuk memastikan infrastruktur tersebut dapat dioperasikan dan dipelihara secara optimal,” ujar Ika.

Menurut dia, keandalan jaringan transmisi menjadi faktor penting agar energi yang dihasilkan PLTP Ijen dapat disalurkan secara aman dan berkelanjutan ke dalam sistem kelistrikan.

Ika menambahkan, PLN terus memperkuat komitmen dalam mendukung transisi energi melalui pengembangan dan pengoperasian infrastruktur ketenagalistrikan yang mampu mengakomodasi pembangkit berbasis energi baru terbarukan (EBT).

“PLN tidak hanya berkomitmen menyediakan listrik yang andal, tetapi juga terus mendorong terwujudnya sistem kelistrikan yang semakin hijau. Masuknya energi panas bumi dari PLTP Ijen ke dalam sistem kelistrikan merupakan langkah nyata dalam mendukung pemanfaatan energi ramah lingkungan sekaligus memperkuat bauran energi bersih di Indonesia,” tambahnya.

Dengan beroperasinya infrastruktur transmisi pendukung PLTP Ijen, PLN UIT JBM berkomitmen menjaga keandalan aset melalui pengoperasian dan pemeliharaan secara konsisten sesuai standar yang berlaku.

Langkah tersebut diharapkan memastikan energi listrik yang dihasilkan dari sumber panas bumi dapat tersalurkan secara optimal sekaligus memberikan kontribusi terhadap sistem kelistrikan yang lebih andal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.