SAMPIT – Jalan alternatif Jembatan Sei Lenggana di Jalan Jenderal Sudirman, KM 21, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menuai keluhan dari para pengendara. Pasalnya, sejak diberlakukan beberapa hari lalu, arus lalu lintas itu justru mengalami kemacetan panjang, dengan antrean kendaraan yang mengular hingga tiga jam.
“Tadi malam saya antre hingga selama 3 jam,” keluh salah seorang pengendara, anto, Rabu (30/7)
Dia mengakui, melakukan perjalanan dari arah Pangkalan Bun menuju Sampit, namun dia terpaksa terhenti ketika melewati jalan alternatif Jembatan Sei Lenggana itu. Bahkan, menurutnya antrean ini mencapai panjang 4 kilometer dari lokasi.
“Kendaraan mengular antri panjang. Saya perkirakan itu ada sekitar 4 kilometer panjang antriannya,” tambah anto.
Dia menyayangkan, Jalan alternatif ini seharusnya menjadi solusi sementara selama perbaikan jembatan utama dilakukan. Namun, kondisi jalan yang sempit dan akses yang belum maksimal membuat kendaraan, terutama truk dan mobil besar, harus antre panjang.
Dia mengakui, terkait jadwal buka tutup jalur yang di berlakukan petugas pengatur lalu lintas nampak jelas terlihat pengamanan dilapangan juga sudah baik baik dari Satlantas, Dishub Kotim maupun internal perusahaan setempat.
Namun, dia berharap dari kejadian ini Dinas terkait agar segera mengevaluasi teknis pelaksanaan uji coba jalur alternatif tersebut agar tidak justru menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
“Kami paham ini uji coba, tapi tolong diperhatikan juga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, saya rasa perlu adanya penambahan jalur lain agar bisa mengurai kemacetan kendaraan ini,” imbuhnya.
Hingga kini, Pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait evaluasi dari pelaksanaan uji coba ini. Masyarakat berharap segera ada perbaikan pengaturan lalu lintas agar tidak terus terjadi antrean berkepanjangan.






