SURABAYA – Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA) Singapura mendorong generasi muda Indonesia yang ingin meniti karier di bidang seni dan desain agar mempersiapkan diri tidak hanya dengan kemampuan teknis, tetapi juga mentalitas kuat dan jaringan profesional yang luas.
Pesan tersebut mengemuka dalam Workshop-The Art of Work: Alumni Journey’s Beyond The Canvas Talk Show yang digelar di Westin Hotel Surabaya, Minggu (10/8). Para alumni NAFA berbagi pengalaman bagaimana kampus seni ternama itu membekali mereka untuk menghadapi persaingan di dunia kreatif.
Jessica Nagalia Setiawan, lulusan Fashion Design NAFA, menegaskan pentingnya memadukan mentalitas sebagai murid dan mentor. “Seorang murid harus siap terus belajar, tapi juga mampu membagikan pengetahuan. Lulusan seni juga perlu punya daya jual agar kariernya berkelanjutan. Orang tua perlu memahami bahwa prospek kerja lulusan seni sangat luas, tidak terbatas pada jurusan yang diambil saat kuliah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, proses belajar di NAFA tak hanya mengasah keterampilan dan soft skills, tetapi juga membangun daya juang untuk menghadapi dinamika industri kreatif.
Senada, Vivien Cindy Sianjaya, alumni Desain Interior dan Furnitur NAFA, mengungkapkan pentingnya jaringan profesional yang difasilitasi kampus. “Setelah lulus, koneksi ini memungkinkan kita berkolaborasi lintas bidang. Misalnya saya di produksi dan teman di interior design bisa bekerja sama. Perubahan jalur karier itu wajar, tapi bekal dari NAFA membuat kita tetap relevan,” ujarnya.
Managing Director NAFA Surabaya, Wennas Widjaja, menjelaskan kampus utama NAFA berada di Singapura, memiliki tiga gedung dengan kapasitas sekitar 2.200 mahasiswa dari berbagai negara. Sekitar 10 persen di antaranya berasal dari Indonesia, dengan 18–25 siswa Surabaya setiap tahun melanjutkan studi di sana.
Mahasiswa internasional berhak mendapat subsidi biaya kuliah melalui Tuition Grant dari Kementerian Pendidikan Singapura sebesar 40 persen dari total biaya. Sebagai konsekuensinya, lulusan wajib bekerja di Singapura selama tiga tahun. “Mahasiswa Indonesia dikenal pekerja keras dan berkomitmen. Kami ingin jumlah mereka terus besar, bahkan bertambah,” ujar Wennas.
NAFA menawarkan empat bidang studi utama: seni rupa, desain, teater, dan musik. Di bidang desain, pilihan jurusan mencakup fesyen, interior, hingga desain produk. Kampus ini memiliki fasilitas workshop terlengkap dan galeri seni terbesar di Singapura.
Didirikan pada 1938, NAFA telah mengantongi berbagai penghargaan internasional dan menjadi salah satu tujuan utama pendidikan seni di Asia. “Kami berharap semakin banyak anak Indonesia yang memiliki sense of art dan passion di bidang ini, sehingga mampu mewujudkan mimpi serta kariernya,” tutup Wennas.





