SURABAYA – PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya terus menunjukkan komitmennya terhadap Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui penyelenggaraan Konsolidasi Offline Bank Sampah Binaan pada 5–6 Agustus 2025 di Kota Surabaya.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata perusahaan dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG nomor 11 tentang Kota dan Permukiman Berkelanjutan serta SDG nomor 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, sekaligus menguatkan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pilar lingkungan.
Konsolidasi ini bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan lingkungan oleh bank sampah binaan, mempererat sinergi antar-stakeholder, membahas permasalahan di lapangan, serta memperdalam pemahaman tentang prinsip keberlanjutan.
Salah satu agenda penting adalah penandatanganan komitmen bersama antara PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, DLH Kota Surabaya, dan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) terkait pengelolaan sampah melalui bank sampah.
Saat ini, Pegadaian Kanwil XII Surabaya telah membina 42 bank sampah yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Melalui konsolidasi ini, perusahaan ingin memperkuat ketahanan lingkungan sekaligus mendorong terciptanya kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Selain fokus pada aspek lingkungan, Pegadaian juga mengembangkan program Memilah Sampah Menabung Emas (MSME) untuk bank sampah binaan. Program ini mendorong masyarakat mengubah sampah menjadi tabungan emas, sehingga limbah yang dikelola tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga memberikan nilai ekonomi bagi warga.
“Kami ingin mengajak masyarakat melihat sampah bukan sebagai masalah, tetapi sebagai peluang. Melalui program Memilah Sampah Menabung Emas, kami berharap pengelolaan sampah dapat menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Inilah wujud nyata komitmen Pegadaian membangun masa depan yang bersih, hijau, dan berkelanjutan,” ujar Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Beni Martina Maulan dalam keterangan tertulis, (13/08/25) Rabu.
Langkah ini menjadi semakin relevan mengingat Indonesia tengah menghadapi kondisi darurat sampah. Dengan pendekatan Zero Waste dan Zero Carbon, Pegadaian bertekad mengurangi limbah, menekan emisi karbon, menjaga keanekaragaman hayati, dan melestarikan alam Indonesia demi masa depan yang lebih baik.






