SURABAYA – Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya bersama Universitas Widya Kartika (UWIKA) Surabaya menggulirkan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) hibah Kemendiktisaintek 2025.
Program ini berlangsung sejak Juli hingga Desember 2025 dan berfokus pada pengembangan industri rumah tangga Ratunya Laundry, sebuah UMKM yang berlokasi di Jalan Bumiarjo No. 106, Kecamatan Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya, (19/08/25) Selasa.
Tim pengusul diketuai oleh Dr. Nensy Megawati Simanjuntak, S.Pd., M.Pd., dengan dukungan dua dosen lain, yakni Dr. Nurhayati, SE., MSA(HumBis), Ak., CA dari Unitomo, serta Erwin Dhaniswara, A.Md., S.SI. dari UWIKA.
Selain itu, tiga mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Teknik Informatika, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unitomo juga turut terlibat dalam kegiatan ini.
Dr. Nensy Megawati menjelaskan bahwa PKM ini merupakan langkah strategis akademisi dalam meningkatkan daya saing usaha mikro.
“Proposal yang kami ajukan berjudul PKM Bisnis Model Canvas pada Industri Rumah Tangga Ratunya Laundry di Surabaya. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan UMKM melalui inovasi dan model bisnis berkelanjutan. Kami juga memberikan penyuluhan terkait digital marketing serta sistem akuntansi agar usaha mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman,” paparnya.
Selain pendampingan, tim dosen turut menyerahkan hibah berupa mesin pengering pakaian inverter yang dijuluki “Mesin Aduhai”. Alat ini diharapkan dapat mempercepat proses produksi, menghemat energi, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah kompetisi bisnis laundry.
“Dengan mesin baru ini, efisiensi operasional meningkat dan peluang pengembangan usaha semakin terbuka,” tambah Nensy.
Pemilik Ratunya Laundry, Hadi Surono, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan. “Bagi kami, bantuan ini sangat berarti. Selain ilmu manajemen usaha, mesin pengering ini akan sangat membantu mempercepat layanan kepada pelanggan. Kami jadi lebih percaya diri bersaing dengan usaha laundry lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Nur Sayidah, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unitomo yang hadir dalam kegiatan monitoring, memberikan apresiasi terhadap program ini.
“Sinergi antara akademisi dan UMKM diharapkan mampu menjadikan Ratunya Laundry sebagai role model pemberdayaan usaha rumah tangga berbasis teknologi di Surabaya. Semoga program ini tidak hanya memperkuat aspek teknis usaha, tetapi juga menanamkan semangat inovasi, keberlanjutan, dan adaptasi digital dalam bisnis keluarga,” tuturnya.






