SURABAYA – Suasana Sabtu (23/8/2025) di SD Muhammadiyah 4 Pucang (Mudipat) Surabaya begitu meriah dan seru. Sekitar 5.000 orang yang terdiri dari siswa, guru, karyawan, wali murid, hingga jajaran pengurus Muhammadiyah tumpah ruah mengikuti kegiatan jalan sehat yang dirangkai dengan bazar kuliner. Acara ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Tak hanya menjadi ajang kebersamaan, momentum tersebut juga dimanfaatkan pihak sekolah untuk memperkenalkan lima program unggulan terbaru yang siap dijalankan Mudipat.
Kepala SD Mudipat Surabaya, Ustad Edy Susanto, mengungkapkan program pertama adalah pembangunan Mudipat Sport Center yang berlokasi di lantai 7 Gedung Achmad Dahlan Education Center (ADEC).
“Insyaa Allah Januari 2026 sudah selesai. Nantinya ada fasilitas lapangan badminton, basket, tenis meja, serta sarana olahraga lain untuk mendukung 41 ekstrakurikuler yang ada di Mudipat,” jelasnya.
Program kedua adalah Bedah Musholla, kelanjutan dari program pembagian 3.000 mushaf Al-Qur’an yang sukses dilakukan sebelumnya. Tahun ini, sekolah menargetkan pembangunan maupun renovasi 20 musholla, dengan rincian lima di wilayah Surabaya dan 15 di luar kota.

Selanjutnya, program ketiga menyasar dunia digital, yakni pembelajaran coding. “Coding sebelumnya hanya ekstrakurikuler, kini resmi masuk kurikulum kelas 5 dan 6. Dengan begitu, anak-anak bisa terlatih keterampilan teknologi sejak dini,” terangnya.
Program keempat adalah pembiasaan empat bahasa, yakni Indonesia, Inggris, Arab, dan Jawa. “Anak-anak punya jadwal harian untuk berbahasa. Dengan bimbingan guru, mereka akan terbiasa secara natural,” tambahnya.
Adapun program kelima yakni peluncuran Mudipay, kartu pelajar multifungsi yang dapat digunakan bertransaksi di kantin dan koperasi sekolah. “Kalau siswa membeli makanan pakai Mudipay, notifikasinya otomatis masuk ke ponsel orang tua. Jadi orang tua bisa mengawasi sekaligus mencegah anak jajan sembarangan di luar sekolah,” papar Edy.
Apresiasi turut datang dari Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Ir Tamhid Masyhudi. Ia menilai langkah SD Mudipat merupakan wujud nyata praktik pendidikan modern yang inspiratif.
“Sekolah Muhammadiyah sudah bertaraf internasional. Kuncinya ada pada keterlibatan orang tua, sikap terbuka, dan inovasi yang ramah lingkungan. Apa yang dilakukan Mudipat ini bisa menjadi teladan bagi sekolah lain,” tegasnya.





