Insiden tendangan kungfu yang mengejutkan kembali terjadi dalam kompetisi Liga 4. Kali ini, kejadian tersebut terjadi di Provinsi Jawa Tengah saat tim Persikaba Blora menghadapi PSIR Rembang di Stadion Krida Rembang, Blora, pada Rabu (21/1).
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat momen menegangkan ketika kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq, melakukan aksi yang tidak terduga. Insiden terjadi saat tim tuan rumah mendapatkan kesempatan tendangan bebas dari jarak yang ideal.
Raihan Alfariq mencoba memotong bola dengan tangan, tetapi gagal. Ia kemudian menjorokkan kakinya ke depan, yang langsung mengenai pemain Persikaba Blora, Rizal Dimas. Tendangan itu mengenai dada Rizal, sehingga membuatnya ambruk dan mengerang kesakitan.
Sayangnya, wasit pertandingan tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran. Hal ini memicu reaksi keras dari warganet dan penggemar sepak bola nasional. Beberapa akun media sosial, seperti akun Instagram pemain.keduabelass, mengunggah video tersebut dan menulis komentar yang menyatakan kekecewaan.
“Pemain Persikaba Blora yaitu @rizaldimas__ menjadi korban tendangan mematikan dari kiper PSIR Rembang, dan tendangan mengarah ke dada Rizal tidak dianggap pelanggaran oleh wasit,” tulis akun tersebut.
Insiden ini semakin memperburuk reputasi Liga 4, yang sudah sering dihiasi oleh kejadian serupa. Sebelumnya, kasus tendangan kungfu juga pernah terjadi di Liga 4 Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, ada juga kejadian lain di mana seorang pemain tengah melakukan selebrasi, tetapi dijegal oleh pemain lawan.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kejadian serupa antara lain:
- Peningkatan pengawasan wasit – Wasit harus lebih waspada terhadap setiap tindakan yang berpotensi membahayakan pemain. Mereka perlu melihat rekaman ulang atau menggunakan teknologi bantuan untuk memastikan keputusan yang adil.
- Edukasi pemain tentang fair play – Klub dan pelatih perlu memberikan edukasi kepada pemain agar memahami pentingnya sportivitas dalam bermain.
- Kenaikan standar kompetisi – Liga 4 perlu meningkatkan kualitas kompetisi dengan memperbaiki sistem pelatihan, manajemen, dan penyelesaian masalah secara profesional.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh pihak terkait bahwa Liga 4 masih memiliki banyak tantangan yang harus diatasi. Dengan kolaborasi antara federasi, klub, wasit, dan pemain, diharapkan dapat tercipta lingkungan bermain yang lebih sehat dan aman.
Liga 4 masih menjadi sorotan karena sering kali dihiasi oleh insiden-insiden yang tidak sesuai dengan prinsip sepak bola. Dengan adanya kejadian seperti ini, masyarakat sepak bola Indonesia diharapkan lebih sadar akan pentingnya menjaga etika dan keamanan dalam bermain.






