BANGKA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nangnung yang dikelola oleh Yayasan Barat Berdaya Mandiri akan segera beroperasi mulai tanggal 02 Februari 2026.
SPPG yang beralamat di Nangnung Selatan RT 05 RW 09 Lingkungan Air Kantung, Kelurahan Sungailiat, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka ini telah melakukan acara syukuran dan test food pada Senin (26/01/2026).
SPPG ini nantinya akan beroperasi sebagai dapur bagi penyediaan program pemerintah Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan Program Strategis Presiden Prabowo.
Dengan program MBG ini, Pemerintah berharap dapat menjadi investasi strategis untuk meningkatkan kesehatan, menekan stunting, dan memacu konsentrasi belajar siswa demi mencetak generasi emas 2045.
Acara syukuran dan peresmian SPPG Nangnung ini dihadiri oleh team dari Dinas Kesehatan Bangka, Lurah Sungailiat, Kaling Air Kantung, tokoh masyarakat dan warga sekitar ini juga sekaligus menghadirkan puluhan anak yatim dan anak kurang mampu yang diberikan santunan uang tunai oleh SPPG Nangnung ini.
Dalam sambutannya, Lurah Sungailiat, Farid Anshary, SH, MH, mengaku bersyukur bahwa di wilayah kerjanya sampai saat ini sudah ada 3 SPPG yang beroperasi.
Lurah berharap dengan banyaknya SPPG dapat mengatasi gizi buruk dan stunting di wilayahnya, sekaligus dapat mendukung tumbuh kembang anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui dan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Alhamdulillah dengan beroperasinya SPPG di Nangnung, sudah ada 3 SPPG di Kelurahan Sungailiat, setelah sebelumya sudah ada di Parit Pekir dan Taman Santap. Semoga dapat memberikan azaz kebermanfaatan yang banyak bagi masyarakat dan anak – anak kita,” urai Farid.
Sementara itu, Finolia, dari Yayasan Barat Berdaya Mandiri selaku pengelola SPPG ini berharap agar aktifitas mereka di Nangnung selalu mendapat dukungan dari masyarakat dan berujar bahwa banyak juga warga sekitar yang bekerja di SPPG ini.
“Kami hadir di Nangnung dan berharap kami bisa terus berkolaborasi dengan masyarakat sekitar. Kedepan kita akan terus bersinergi agar kehadiran kami juga bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Nangnung ini,” urainya.






