Dari Kebangsaan hingga EBT, LDII Surabaya Siap Akselerasi Program Pemerintah

Caption : Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media DPP LDII, Ludhy Cahyana dan Wakil Ketua DPD LDII Surabaya, Nur Kholis memaparkan delapan program strategis jelang Munas 2026. (Foto : Nugi/Indonesiakini.id)

SURABAYA – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan program pemerintah melalui delapan bidang pengabdian strategis.

Arah kebijakan tersebut akan menjadi salah satu pembahasan utama dalam Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan digelar pertengahan 2026.

Ketua Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media DPP LDII, Ludhy Cahyana, menyampaikan bahwa Munas bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan. Forum tertinggi organisasi itu juga akan membahas penyempurnaan AD/ART serta penguatan program kerja untuk menjawab tantangan zaman.

“Intinya, Munas nanti menjadi momentum percepatan peran LDII sebagai organisasi kemasyarakatan dalam membantu akselerasi program pemerintah, termasuk mendukung Asta Cita,” ujar Ludhy saat buka puasa bersama media di Kantor DPW LDII Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, delapan program kerja strategis LDII telah dijalankan secara berkelanjutan sejak 2018, meliputi bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan hidup, ekonomi syariah, kesehatan berbasis herbal, teknologi informasi dan Artificial Intelligence (AI), serta energi baru terbarukan (EBT).

Pada bidang kebangsaan, LDII menggandeng sejumlah institusi seperti Kejaksaan, Polri, MUI, dan Kementerian Agama untuk memberikan wawasan kebangsaan di berbagai pondok pesantren, di antaranya Pondok Wali Barokah Kediri dan Pondok Kertosono.

Ludhy menilai penguatan wawasan kebangsaan menjadi krusial di era digital, terutama bagi generasi muda yang sangat akrab dengan gawai dan media sosial.

“Ketika di pondok mungkin masih bisa diawasi, tetapi saat sudah berinteraksi di masyarakat dengan akses digital yang luas, kita tidak tahu lagi dengan siapa mereka berkomunikasi. Karena itu, wawasan kebangsaan harus terus diperkuat,” tuturnya.

Di bidang dakwah, LDII secara rutin menggelar pengajian minimal tiga kali dalam sepekan. Khusus generasi muda, kegiatan pengajian dilaksanakan setiap malam Minggu di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, sebagai upaya pembinaan karakter dan spiritualitas.

Sementara pada sektor energi baru terbarukan, LDII telah mengimplementasikan penggunaan panel surya di berbagai pondok pesantren dan kantor organisasi.

Bahkan di salah satu kantor pusatnya, pemanfaatan energi surya mampu menghemat hingga 70 persen konsumsi listrik. Beberapa pondok besar di Kediri disebut hampir sepenuhnya menggunakan energi matahari sebagai sumber listrik.

Di sektor kesehatan, LDII menggerakkan program penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan warga. Program ini ditujukan sebagai langkah pertolongan pertama berbasis herbal bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan ringan.

Selain itu, LDII juga berpartisipasi dalam gerakan nasional cek kesehatan gratis bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan. Penguatan pendidikan karakter pun terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran di sekolah.

Wakil Ketua DPD LDII Surabaya, Nur Kholis, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusulkan dua fokus utama dalam Munas mendatang.

Pertama, pembangunan berkelanjutan yang mencakup pembangunan fisik sekaligus peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Kedua, penguatan kesehatan masyarakat guna mencetak generasi emas yang bebas dari stunting dan gizi buruk.

“Kesehatan masyarakat sangat penting agar generasi kita benar-benar menjadi generasi emas, tanpa stunting maupun gizi buruk,” ujarnya.

Nur Kholis juga menegaskan dukungan penuh LDII Surabaya terhadap berbagai program pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia berharap melalui Munas 2026, LDII semakin berperan aktif dalam mendukung pembangunan nasional serta menghadirkan kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.

“Kami berharap LDII semakin baik dan semakin diterima masyarakat. Semoga Allah memberikan rahmat dan hidayah kepada kita semua,” pungkasnya.