Daerah  

Peringati 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia, Keluarga Buddhayana Indonesian Tanam 6.700 Pohon Bakau

Peringati

BANGKA – Dalam rangka memperingati 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia, umat Buddha yang tergabung dalam Keluarga Buddhayana Indonesia (KBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar Gerakan Penanaman 1.000 Pohon Bakau

Kegiatan tersebut terpusat di Pantai Takari, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka pada hari Minggu (01/03/2026).

Selain itu, kegiatan serupa juga dilaksanakan  di Sikkhapana Buddhayana Belitung, Air Merbau, Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman 6.700 pohon yang dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah sebagai bentuk syukur dan refleksi atas 67 tahun pengabdian Sangha Agung Indonesia bagi umat, bangsa, dan negara.

Ketua Majelis Buddhayana Indonesia (PD. MBI) Provinsi Bangka Belitung, Lius Kurniady, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial semata, tetapi bentuk nyata kepedulian umat Buddha terhadap kelestarian lingkungan.

Sebagai daerah yang dikelilingi laut, kita sangat bergantung pada ekosistem pesisir yang sehat. Penanaman 1.000 bakau ini adalah langkah konkret untuk mencegah abrasi, menjaga keseimbangan alam, dan melindungi habitat biota laut. Ini juga menjadi wujud pengamalan nilai-nilai Dhamma dalam kehidupan nyata, yaitu membawa manfaat bagi semua makhluk,” ujar Lius Kurniady.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak elemen masyarakat, termasuk generasi muda, agar kesadaran menjaga lingkungan semakin mengakar.

Sementara itu, Sekretaris Wilayah Sangha Agung Indonesia (SAGIN) Provinsi Bangka Belitung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan, Bhante Nyanaviriya Thera, menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari praktik spiritual dalam ajaran Buddha.

Dalam ajaran Buddha, manusia diajarkan untuk hidup selaras dengan alam dan menumbuhkan cinta kasih kepada semua makhluk. Penanaman pohon ini adalah praktik nyata dari metta dan karuna. Ketika kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan itu sendiri,” ungkapnya.

Bhante juga berharap momentum 67 Tahun Pengabdian Sangha Agung Indonesia ini semakin memperkuat komitmen umat untuk tidak hanya aktif dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir memberi manfaat sosial dan ekologis bagi masyarakat luas.

Kegiatan penanaman berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong. Ratusan bibit bakau ditanam di sepanjang pesisir Pantai Takari, sementara di Belitung dilakukan penanaman pohon untuk menciptakan lingkungan vihara yang lebih hijau, asri, dan ramah lingkungan.

Melalui gerakan ini, umat Buddha Bangka Belitung menunjukkan bahwa peringatan hari bersejarah bukan hanya dirayakan secara simbolis, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan generasi mendatang.