seni  

Pameran Seni dan Mode di Nuanu Creative City Bali Hadirkan September

Nuanu Creative City Kembali Hadirkan Art & Bali pada 2026

Nuanu Creative City secara resmi mengumumkan kembalinya pameran seni Art & Bali yang akan berlangsung pada tanggal 11–13 September 2026. Gelaran ini memiliki misi besar, yaitu menjembatani seni lokal Bali ke panggung internasional.

Edisi kali ini menawarkan konsep yang berbeda dengan menunjuk Bandana Tewari sebagai kurator dan Brina Paska sebagai asisten kurator. Mereka akan mencoba mengeksplorasi titik temu antara fashion, seni, dan kriya dalam rangka memperkaya wajah seni Indonesia.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menyatakan bahwa Art & Bali bukan sekadar pameran biasa. Ia menekankan bahwa gelaran ini merupakan upaya untuk mengisi kekosongan representasi seni Indonesia di dunia internasional.

“Lanskap budaya Indonesia begitu kaya dan luar biasa, namun hingga kini masih belum banyak mendapat representasi di panggung seni internasional,” ujar Lev Kroll dalam konferensi pers yang digelar pada Sabtu 28 Maret 2026.

“Di situlah Art & Bali hadir untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” tambahnya.

Lev percaya bahwa seni memiliki kekuatan magis untuk menyatukan fragmen-fragmen sosial yang ada saat ini. Menurutnya, di tengah dunia yang terkadang terasa terfragmentasi, seni menjadi salah satu medium yang masih mampu mempertemukan orang-orang yang tepat dalam satu ruang.

“Budaya bukan sekadar pelengkap, melainkan esensi dari semuanya,” paparnya.

Kelsang Dolma, selaku Fair Director Art & Bali, menyoroti pentingnya orisinalitas format pameran yang mereka usung. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin sekadar menduplikasi model art fair dari luar negeri.

“Kami tidak tertarik untuk mengadopsi model yang sudah ada di tempat lain, tetapi mengembangkan format yang relevan dengan konteks Bali dan dapat tumbuh dengan kedalaman serta integritas dalam jangka panjang,” tegas Kelsang.

Menurutnya, Art & Bali adalah bagian dari upaya membangun platform kontemporer yang kredibel secara komersial namun tetap berakar secara budaya.

Di sisi kuratorial, Bandana Tewari yang dikenal luas di dunia fashion dan keberlanjutan, melihat Bali sebagai kanvas yang sangat relevan untuk tema tahun ini.

“Pameran ini akan mengeksplorasi persinggungan antara fashion, seni, dan kriya sebagai bentuk ekspresi budaya yang kuat,” jelas Bandana.

Ia tertarik pada proses transformasi dan memori yang tertuang dalam sebuah karya.

“Mengembangkan proyek ini di Bali, di mana kriya dan ritual tidak hanya hidup, tetapi juga terus berkembang, menjadi sangat relevan dan menarik,” ujarnya.

Edisi 2026 ini akan menghadirkan 20 galeri di bagian utama pameran, dan diproyeksikan melampaui kesuksesan tahun lalu yang mampu menyedot 10.000 pengunjung.

Tidak hanya di dalam ruangan, seluruh kawasan Nuanu Creative City seluas 44 hektar akan dihidupkan dengan diskusi, pertunjukan, hingga karya site specific.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *