Pertunjukan Seni Budaya “Sengkewe Sepanjang Musim” di Takengon
Pertunjukan seni budaya “Sengkewe Sepanjang Musim” yang diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo di Taman Inen Mayak Teri, Takengon, pada malam Sabtu (4/4/2026) akan menjadi momen penting dalam merayakan kebudayaan dan tradisi masyarakat Gayo. Acara ini akan didominasi oleh keterlibatan seniman perempuan, sementara jumlah seniman laki-laki yang tampil terbatas.
Salah satu penampilan utama dalam acara ini adalah dari Zuhra, seorang seniman perempuan Gayo yang akan membawakan sebuku berupa seni ratapan tradisi Gayo. Seni ini penuh dengan nilai emosional dan spiritual yang menggambarkan perasaan dan pengalaman masyarakat.
Selain itu, Maestro Didong Gayo Ceh M Din akan memimpin doa sebagai bagian penutup rangkaian pertunjukan. Empat seniman Gayo lainnya, yaitu Azzam Pegayon, Salman Yoga, Win Gemade dan Yus Oloh Guel, akan memerankan sosok petani kopi Gayo yang terdampak bencana hidrometeorologi. Mereka akan menampilkan refleksi artistik atas pengalaman masyarakat Tanah Gayo pasca-bencana.
Pertunjukan ini juga akan menampilkan berbagai materi seni tradisi dan sastra Gayo, antara lain:
- Permainan canang ngerje
- Tari kopi oleh Sanggar Tajuk Kepies
- Rangkaian tari perempuan Gayo seperti munutu, munampi, munyele dan mugiling kupi oleh Forum Beru Gayo
- Didong Banan oleh grup Donang Banan Pegayon
- Musik kopi dan musikalisasi puisi oleh kelompok seniman yang melibatkan Firdaus, Murtada, Muazin Mudereje, Devie Matahari dan lainnya
Partisipasi Generasi Muda dalam Pertunjukan
Keterlibatan generasi muda juga menjadi bagian penting dalam pertunjukan ini. Pembacaan puisi akan ditampilkan oleh siswa SDN 11 Tebuk Pegasing, Nisa, serta Afiqah Azzahra dari SDN 9 Lut Tawar, bersama lima pembaca puisi lainnya yaitu Ulan, Anita, Eni Penalamni, Fathya dan penyair Purnama Kahar.
Selain itu, tiga penyair perempuan Gayo yang telah dikenal luas di forum nasional, yakni Asmira Dieni, Zuliana Ibrahim, dan Vera Hastuti, juga dijadwalkan tampil membacakan karya-karya puisi mereka.
Peran Perempuan dalam Merawat Tradisi Budaya
“Kehadiran dominasi seniman perempuan dalam pertunjukan ini menjadi penanda kuat bahwa perempuan Gayo memiliki peran penting dalam merawat tradisi, sastra dan kebudayaan kopi sebagai bagian dari identitas Tanah Gayo. Pertunjukan ini sekaligus menjadi ruang ekspresi bersama untuk menyuarakan ingatan, ketahanan, dan harapan masyarakat pascabencana melalui bahasa seni dan budaya,” ujar Ketua Komunitas Desember Kopi Gayo, Fikar W Eda.
Dukungan untuk Program Komunitas
Kegiatan “Sengkewe Sepanjang Musim” merupakan bagian dari program Komunitas Desember Kopi Gayo yang didukung oleh Dana Indonesiana, LPDP dan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.





