Masalah Parkir Liar di Blok M Terus Menghantui Pengunjung
Masalah parkir liar di kawasan Blok M masih menjadi permasalahan yang mengganggu para pengunjung. Banyak dari mereka merasa kecewa dan meminta pihak terkait, seperti Dinas Perhubungan (Dishub), untuk melakukan tindakan lebih nyata agar kondisi ini tidak berulang.
Keluhan Pengunjung Terhadap Jukir Liar
Banyak pengunjung mengeluhkan maraknya juru parkir (jukir) liar di sekitar area tersebut. Alasannya utama adalah praktik parkir ganda yang sering terjadi. Hal ini membuat pengunjung kesulitan dan merasa tidak nyaman saat menggunakan fasilitas parkir.
Mereka berharap ada pengawasan yang dilakukan secara rutin serta langkah nyata dari pihak berwenang agar masalah ini bisa segera diatasi. Namun, penertiban yang selama ini dilakukan, seperti pendataan terhadap jukir liar, dinilai belum cukup efektif dalam memberikan efek jera.
Penjagaan Harus Lebih Konsisten
Dimas (25), salah satu pengunjung, menyampaikan bahwa tindakan sementara tidak akan menyelesaikan masalah karena pelaku berpotensi kembali beroperasi saat membutuhkan uang. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang konsisten dari Dinas Perhubungan maupun kepolisian.
Menurutnya, kehadiran petugas secara terus-menerus di lokasi selama jam operasional bisa menjadi solusi untuk menekan praktik parkir ilegal. Selain itu, ia juga menyoroti kurangnya informasi mengenai lokasi parkir resmi yang membuat pengunjung kerap tanpa sadar menggunakan jasa parkir liar. Karena itu, diperlukan penunjuk arah dan sosialisasi yang lebih jelas.
Keterbatasan Lahan Parkir Resmi
Aldi (23) menyampaikan pendapat serupa dengan Dimas. Ia menilai keterbatasan lahan parkir resmi menjadi salah satu penyebab utama masih maraknya jukir liar. Menurutnya, ketika area parkir utama seperti basement sudah penuh, pengunjung tidak memiliki banyak pilihan selain memanfaatkan parkir tidak resmi.
Ia menyarankan agar patroli dilakukan setiap hari dengan kehadiran minimal satu hingga dua petugas untuk mengawasi kondisi di lapangan. Aldi juga menambahkan bahwa penambahan kapasitas parkir resmi menjadi kebutuhan mendesak.
Kondisi Area Parkir yang Tidak Merata
Berdasarkan pantauan di lokasi, area parkir bawah tanah terlihat sangat padat, bahkan sejumlah motor diparkir hingga melewati akses masuk, menandakan kondisi yang sudah melebihi kapasitas. Di sisi lain, area parkir di lantai atas Blok M Square justru kurang diminati.
Salah satu penyebabnya adalah akses menuju area utama yang dinilai kurang praktis. Bima (27) mengungkapkan bahwa penggunaan lift yang sering penuh membuat pengunjung enggan memarkir kendaraan di area tersebut, terlebih karena harus berbagi dengan pengguna mobil, sehingga waktu tunggu menjadi lebih lama.
Langkah Penertiban yang Pernah Dilakukan
Sebelumnya, petugas Suku Dinas Perhubungan bersama Satpol PP Jakarta Selatan telah melakukan penertiban terhadap jukir liar di kawasan tersebut pada 31 Maret 2026. Dalam penertiban tersebut, setidaknya 10 juru parkir liar telah didata dan diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak kembali beroperasi.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan, Bernard Pasaribu, menegaskan bahwa pihaknya akan mengambil tindakan lanjutan jika pelanggaran kembali terjadi.





